Dua Menteri Dipecat, Pemerintahan Israel Pecah

KONFRONTASI-Perpecahan terjadi dalam tubuh pemerintahan Israel setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memecat menteri keuangan dan kehakiman dan ingin membubarkan parlemen untuk pemilu dini.

Netanyahu mengatakan Yair Lapid dan Tzipi Livni "menyerang dengan kasar" dirinya dan juga pemerintah koalisi.

Netanyahu mengatakan ia ingin pemilihan dua tahun lebih awal untuk "mendapatkan mandat jelas memimpin Israel".

Perseteruan terkait kebijakan ekonomi dan politik menyebabkan tegangnya hubungan dalam pemerintahan koalisi Israel.

Berdasarkan undang-undang pemilu Israel, pemungutan suara dapat diselenggarakan pertengahan Maret bila Knesset dibubarkan minggu ini.

Dalam jumpa pers Selasa (02/12), Netanyahu mengatakan merupakan satu hal "yang tidak mungkin" untuk memimpin pemerintahan dengan koalisi saat ini.

PM Israel ini juga mengatakan ia mengambil "risiko" pribadi dengan menyerukan dilakukannya pemilu namun ia melakukannya "demi kebaikan negara".

Lapid dan Livni mengatakan negara itu terseret ke pemilihan umum yang tidak perlu.

Dilansir BBC, Netanyahu kemungkinan menginginkan pemerintahan baru mencakup partai-partai agama yang mewakili kelompok ultra-ortodoks Yahudi. .[mr/bbc]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA