Brono yang Diserang Boko Haram Beri Suara Kepada Calon Oposisi

Konfrontasi - Negara bagian Borno di bagian timur laut Nigeria, yang dilanda kekerasan oleh Boko Haram selama enam tahun, memberikan suara secara bulat kepada calon opisisi Muhammadu Buhari, hasi-hasil pemilihan presiden menunjukkan Selasa (31/3).

Mantan penguasa militer itu, yang telah menuding Presiden Goodluck Jonathan gagal memperlihatkan kepemimpinan dalam mengatasi pemberontakan tersebut, meraih 473.543 suara di negara bagian itu, atau 94 persen dari suara yang telah dihitung.

Jonathan, yang berharap memperoleh dorongan politik dari keberhasilannya dari aksi militer melawan kelompok militan itu, hanya meraih 25.640 suara. Hasil akhir menempatkan Buhari unggul atas Jonathan dengan meraih 2,57 juta suara.

Mereka yang memberikan suara relatif rendah hanya sekitar 30 persen. Negara bagian itu hancur akibat perang selama enam tahun, dengan 13.000 orang terbunuh dan sebanyak 1,5 juta orang tak memiliki tempat tinggal.

Terjadi perdebatan selama berbulan-bulan mengenai bagaimana mengizinkan mereka yang mengungsi akibat kekerasan dapat memberikan suara karena mereka tidak dapat kembali ke kota-kota dan desa-desa mereka yang hancur.

Tempat-tempat pemungutan suara akhirnya dibangun di dalam atau sekitar kamp-kamp pengungsi bagi para pengungsi, khususnya di ibu kota negara bagian itu, Maiduguri.

Dukungan bagi Buhari bukan kejutan tetapi menutup nasib politik Jonathan setelah empat tahun berkuasa dengan konflik dan responsnya atas hal itu mendominasi kampanye pemilihan.

Buhari sudah menang di Yobe dan Adamawa, yang seperti Borno, berada di bawah undang-undang darurat pada Maei 2013, sementara Jonathan tak berhasil untuk mengatasi ancaman itu.

Di Yobe, Jonathan meraih 446.265 suara -- 94,2 persen dari suara yang sah -- dan di Adamawa sebanyak 374.701 suara aatau 58,9 persen dari suara yang telah dihitung.

Buhari juga menguasai Bauchi dan Gombe, yang terus diserang oleh para militan, termasuk dalam pemungutan suara akhir pekan lalu, tatkala sejumlah tempat-tempat pemungutan suara diserang.

Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau telah berjanji akan mengganggu pemeilihan itu, yang kelompok itu katakan "tak sesuai denegan ajaran Islam", yang mendorong langkah-langkah penjagaan ketat di tempat-tempat pemungutan suara.(akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA