Bayi Usia Dua Hari Tertular Covid-19 di Afrika Selatan Meninggal

Konfrontasi - Bayi berusia dua hari di Afrika Selatan yang tertular Covid-19 meninggal. Dia menjadi korban virus corona termuda di dunia.

Menteri Kesehatan Afsel mengatakan, ibu bayi itu dites positif Covid-19 dan anaknya juga.

Bayi itu lahir prematur dan butuh pertolongan untuk pernapasan.

"Dengan berat hati kami mencatat kematian pertama bayi dalam perawatan intensif akibat Covid-19. Bayi itu berusia dua hari dan lahir prematur," ujar Menteri Kesehatan Afsel Zweli Mkhize, seperti dilansir laman BBC, Jumat (22/5/2020).

"Bayi itu mengalami kesulitan paru-paru sehingga dia perlu dibantu ventilator setelah lahir."

"Kami menyampaikan rasa bela sungkawa kepada ibunya dan berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan semua pihak, petugas teknis, yang sudah bersusah payah merawat si bayi hingga ajalnya," kata dia.

Ketika ditanya apakah bayi itu adalah korban termuda virus corona di Afrika, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC) Dr John Nkengasong mengatakan,"Sepanjang yang kami ketahui ini kasus pertama yang dicatat oleh CDC."

Korban meninggal yang juga berusia muda adalah bayi umur tiga hari yang meninggal pada 5 Mei lalu di Inggris. Ibu dan bayinya dites positif corona setelah sang ibu melahirkan.

Mkhize mengatakan bayi dua hari yang meninggal itu termasuk salah satu dari 27 kematian di Afrika Selatan dalam 24 jam terakhir.

Bayi itu lahir dengan detak jantung lemah dan koroner menjadi penyebab utama kematiannya akibat otaknya kekurangan darah dan oksigen. Covid-19 disebut sebagai penyebab kematian kedua.

Afrika Selatan memiliki kasus positif terbanyak di Afrika. Namun Aljazair dan Mesir memilik angka kematian lebih tinggi, masing-masing 680 dan 568.

Afsel menerapkan aturan lockdown yang termasuk paling ketat di dunia, termasuk larangan merokok dan minum alkohol. (mrdk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA