17 December 2018

Akayed Ullah? Siapa Dia yang Terduga Penyerang New York Yang Gagal ?

KONFRONTASI -  Apa yang kita ketahui tentang orang yang dicurigai mencoba membom terminal bus utama New York City namun gagal itu?

Terduga pelaku pembom itu adalah Akayed Ullah yang berusia 27 tahun, kata Komisaris Polisi New York City James O'Neill.

O'Neill mengatakan bahwa Akayed Ullah mengenakan "alat peledak berteknologi rendah buatan sendiri yang diikatkan di tubuhnya," yang meledak tak sengaja.

Pembom itu mengalami luka bakar dan beberapa jenis luka lainnya dan dibawa ke Rumah Sakit Bellevue di Manhattan. 

Akayed Ullah berasal dari Chittagong, Bangladesh dan masuk Amerika Serikat bersama orang tua dan saudara kandungnya pada tahun 2011 dengan visa imigran, lapor CBS News.

Bangladesh tidak termasuk enam negara yang terkena larangan terbang dalam kebijakan baru Presiden Trump yang diberlakukan belum lama ini.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa Akayed Ullah masuk ke AS dengan visa F43.

Ini berarti dia adalah anak dari orang yang mendapatkan visa F41, yang diperuntukkan untuk orang-orang yang merupakan "kakak atau adik dari seorang warga negara AS yang berusia minimal 21 tahun".

Presiden Trump berulang kali engungkapkan niatnya untuk mengakhiri apa yang disebut "migrasi rantai". Sarah Sanders mengatakan, kalau saja kebijakan imigrasi yang diinginkan Trump sudah berlaku, maka akan "mencegah individu (Akayed Ullah) ini datang ke Amerika Serikat".

Akayed Ullah sudah menjadi penduduk tetap AS, tinggal di Brooklyn, New York City. Polisi Bangladesh mengatakan bahwa dia tercatat terakhir mengunjungi Bangladesh pada tanggal 8 September lalu.

Petugas penegak hukum di AS mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Ullah terinspirasi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS -namun tidak pernah ada hubungan langsung di antara mereka.

Komisaris O'Neill mengatakan Akayed Ullah "sudah memberikan pernyataan tapi kami tidak akan membicarakannya sekarang".

Komisi Taksi dan Limousine New York City mengatakan kepada CNN bahwa Akayed Ullah memegang surat ijin sebagai pengemudi taksi dari Maret 2012 sampai Maret 2015.

Namun dia tidak mengemudikan taksi kuning New York atau Uber.

Inspektur Jenderal Polisi di Bangladesh, AKM Shahidul Haque, mengatakan bahwa Ullah tidak memiliki catatan pidana di Bangladesh.(Jft/BBC)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...