31 March 2020

Ada 156 Kasus, Korsel Jadi Negara dengan Kasus Corona Terbanyak di Luar China

Konfrontasi - Jumat, 21 Februari 2020 pemerintah Korea Selatan melaporkan ada 52 kasus virus corona baru yang dikonfirmasi. Sehingga total ada 156 kasus virus corona di Korea Selatan, angka ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di luar China.

Dikabarkan ada 39 kasus baru terkait virus korona yang ditemukan di Kota Daegu. Yang mana lebih dari 80 jemaat Gereja Shincheonji Yesus di kota Daegu terinfeksi virus tersebut.

Penularan itu bermula dari seorang wanita berusia 61 tahun yang terserang demam pada 10 Februari. Dirinya diketahui menghadiri setidaknya empat layanan gereja sebelum didiagnosis positif corona.

Hingga Jumat, lebih dari 400 anggota gereja menunjukkan gejala penyakit itu, meskipun tes masih berlangsung, Walikota Daegu, Kwon Young-jin mengatakan dalam sebuah briefing. Dia mengatakan kota itu akan melarang segala jenis pertemuan massa, dan mengulangi permintaan agar penduduk tinggal di rumah.

Dari penghitungan nasional, setidaknya ada 111 pasien berasal dari Daegu atau di sekitarnya. Ditemukannya kasus corona yang ditemukan di Daegu ternyata berdampak pada aktivitas di sana. Mal, restoran, dan jalan-jalan di kota itu, yang terbesar keempat di negara itu nampak kosong, karena walikota menyebut wabah itu sebagai "krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Seo Dong-min, mengatakan kepada AFP yang dikutip dari laman Asiaone, bahwa dengan begitu banyak kasus yang dikonfirmasi di sini, dirinya mengkhawatirkan Daegu akan menjadi Wuhan kedua.

Banyak pasien corona awal di Korea Selatan yang pulih, meskipun pada Kamis kemarin pihak pemerintah Korea melaporkan adanya kematian pertama akibat virus itu. Dengan adanya kasus corona yang cukup banyak di Korea Selatan, pemerintah setempat berencana untuk mengirim staf medis militer, dan menyediakan fasilitas isolasi sementara.

Dengan ditemukannya 156 kasus virus corona di Korea, pejabat kota Seoul tidak akan membiarkan adanya aksi protes dan demonstrasi yang sering terjadi pada akhir pekan. Ini merupakan salah satu bentuk pencegahan penyebaran virus yang dilakukan pemerintah kota.

Bukan hanya itu saja, setelah adanya temuan beberapa anggota militer yang dinyatakan positif terkena virus tersebut pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Jeong Kyeong-doo memutuskan untuk melarang semua prajurit pergi, meninggalkan barak mereka, dan menerima tamu. Beberapa pengecualian akan dibuat untuk keadaan darurat keluarga atau untuk tentara di akhir dinas militer mereka, kata kementerian itu. (vv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...