15 Turis AS Dikarantina di Hotel Bethlehem Gegara Virus Corona

Konfrontasi - Sebanyak 15 turis Amerika Serikat dikarantina di sebuah hotel di kota Bethlehem, Tepi Barat sebagai bagian dari pencegahan terhadap virus Corona yang mewabah.

Juru bicara pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem mengonfirmasi karantina tersebut hari ini.

"Ada 15 anggota delegasi Amerika di hotel tersebut. Mereka masih di sana dan mereka ditangani sesuai dengan peraturan karantina sama seperti yang lainnya yang berada di sana," ujar Melhem seperti dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (7/3/2020).

Ketika ditanya mengenai para turis AS yang terjebak di Bethlehem tersebut, seorang pejabat Kedutaan Besar AS mengatakan seperti dilansir NBC News, Sabtu (7/3/2020): "Kami mengetahui laporan itu dan kami tengah memberikan bantuan."

Para turis AS itu tertahan di Bethlehem saat Israel, bersama dengan Otoritas Palestina, memerintahkan militer dan pasukan pertahanannya untuk menutup kota itu pada Kamis (5/3) waktu setempat setelah para pejabat setempat mengatakan bahwa tujuh warga Palestina telah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di Bethlehem.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengatakan, baik warga Israel maupun Palestina tidak bisa masuk atau keluar kota Betlehem sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sebelumnya, otoritas Palestina mengumumkan keadaan darurat selama 30 hari di wilayah-wilayah Palestina setelah 7 kasus virus Corona terkonfirmasi di Bethlehem.

Kementerian Kesehatan Palestina, pada Kamis (5/3) waktu setempat, mengonfirmasi tujuh kasus virus corona di wilayah Bethlehem, Tepi Barat, Yerusalem sebelah selatan. Tujuh pasien virus corona di Bethlehem ini semuanya warga Palestina.

"Mereka sekarang sedang dirawat dalam karantina," demikian pernyataan Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa kasus-kasus virus corona itu pertama kali terdeteksi di sebuah hotel di area Bethlehem. Mereka yang terinfeksi virus corona merupakan pegawai hotel setempat.

Menurut Kepala Direktorat Kesehatan Lokal, Imad Shahadeh, sekelompok turis asal Yunani datang mengunjungi hotel tersebut pada akhir Februari lalu. Dua turis di antaranya diketahui positif virus corona setelah pulang ke Yunani. Sejumlah kasus 'suspect' atau diduga virus corona juga ditemukan dari kalangan pegawai hotel tersebut. (dtk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA