1 May 2017

Riset Ungkap Bahaya Lain Tato

KONFRONTASI - Tato kini sudah menjadi gaya hidup orang-orang modern. Kita bisa melihat banyaknya gerai tato di sudut-sudut kota, bahkan hingga yang ada di emperan. Beragam juga alasan orang-orang rela tubuhnya dihiasi oleh tato.

Di samping tato sulit dihilangkan dari tubuh--tato permanen--ada beberapa bahaya yang mengintai mereka yang ditato. Selain perpindahan penyakit dari jarum suntik yang digunakan, ada juga bahaya akibat iritasi kulit.

Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pria harus merasakan tangannya melepuh akibat tidak cocok dengan tato. Kali ini peneliti membuka fakta baru tentang bahaya dari tato, yang mungkin menjadi pertimbangan Anda saat hendak memutuskan untuk ditato.

Peneliti mengungkapkan, jika tato mengubah cara Anda berkeringat. Penelitian baru ini menunjukkan, kulit yang bertato menghasilkan keringat lebih sedikit, dan mensekresikan lebih tinggi sodium.

Tato permanen menempatkan tinta di sekitar 3-5 milimeter di bawah kulit, kedalaman yang sama dengan kelenjar keringat dalam kulit.

Mereka belum meneliti lebih jauh tentang, apakah ada kesehatan jangka panjang yang dipengaruhi oleh tato. Tapi harus diakui, jika keringat sangat penting untuk mengatur suhu tubuh, saat tubuh tidak bisa berkeringat di suhu panas, bisa menyebabkan heatstroke.

Para ilmuwan dari Alma College, Michigan, mengumpulkan sampel dari 10 orang yang berkerigat, yang di tubuhnya terdapat tato melingkar dengan ukuran paling kecil 5.2 sentimeter.

Keringat dari kulit yang bertato juga memiliki konsentrasi natrium yang lebih tinggi. Peneliti bernama Maurie Luetkemeier memperingatkan bahwa, tidak memproduksi cukup keringat dapat menyebabkan orang dengan tato terlalu panas.

Heatstroke terjadi ketika tubuh tidak mampu untuk mendinginkan diri dan suhu seseorang menjadi sangat tinggi yang bisa mengamcam jiwa.(Juft/Viva)

Tags: 
Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...