21 March 2019

Reduksi Penggunaan Air, Industri Jeans Mulai Gunakan Ozon

KONFRONTASI-Seiring kepedulian terhadap lingkungan hidup, industri fashion berbahan denim (jeans) mulai menggunakan mesin untuk mereduksi penggunaan air.

Untuk pemrosesan jeans, mereka gunakan mesin yang mengadopsi teknologi ozon. Dalam industri denim, mesin ini disebut "ozone machines".

Menurut Majalah Apparel, cara kerja mesin ini adalah mengubah oksigen menjadi gas ozon. Jeans dicuci dan dibilas dengan gas ozon. Sebelum limbah ozon dibuang, mesin ini mampu mengubah ozon kembali menjadi oksigen biasa.

Produsen denim skala besar, seperti Levi Strauss & Co juga sudah mengadopsi ozone machine. Produsen denim, yang nama mereknya jadi sebutan generik jeans di Tanah Air (baca: Levis, Lepis) itu, telah lama mengurangi penggunaan air dalam proses produksi.

"Hampir semua produk, termasuk untuk luar negeri, kualitasnya sama bagusnya ketika kita mengurangi penggunaan air," ujar Michael Kobori, VP of Sustainability di Levi's.

Perusahaan yang mencatat penjualan senilai Rp64,56 triliun di seluruh dunia (termasuk merek Levi's dan Dockers), mengaku penggunaan ozone machine dapat membuat efisien dalam pencucian jeans.

Jangan dicuci

Sebelumnya, untuk membuat Levi's 501, perusahaan itu memerlukan 34 liter air dari proses awal hingga perampungan (finishing). Itu baru produksinya saja. Padahal, konsumen juga mencuci jeans dengan air.

Bila dikalkulasi, menurut perusahaan itu, setidaknya perlu 3.800 liter air untuk mencuci sepanjang umur satu celana Levi's 501. Itu sebabnya, akhir tahun lalu, CEO Levi's, Chip Bergh mengaku baru mencuci jeans-nya sekali dalam setahun.

"Anda bisa gunakan pemanas dan spot clean," kata dia.

Kini, melalui kampanye Levi's Water Less, perusahaan ini telah mengurangi penggunaan air sebanayk miliaran liter sejak 2011. Ditargetkan, produksi dengan Water Less akan meningkat jadi 80 persen pada 2020.[mr/viva]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...