19 November 2018

Gejala Stres Sebabkan Kulit Rusak

Konfrontasi - Beragam masalah kehidupan dan pekerjaan menyebabkan gejala stres pada mayoritas masyarakat. Stres dapat menjadi akar bagi masalah kesehatan terutama kulit.

Pernahkah Anda berkaca dan menyadari kalau kulit tak bercahaya seperti biasanya? Atau, ditemukan kerusakan kulit yang sebelumnya tidak pernah ada dan makin membuat rona wajah tak cerah? Sebelum menyalahkan skin care yang Anda gunakan atau polusi udara, coba teliti dulu bagaimana gaya hidup Anda belakangan ini. Jika stres menghampiri dan tidak segera diatasi, inilah yang menjadi jawaban kenapa kulit Anda berubah.

Betul, stres memang patut dihindari. Selain merusak kesehatan karena mempengaruhi keseluruhan sistem kerja organ tubuh, juga terlihat pada penampilan. Ketika seseorang stres, maka tubuh akan memproduksi kortisol untuk menekan tingkat stres dan mengisyaratkan pada kelenjar sebasea untuk menghasilkan lebih banyak minyak. Inilah yang akhirnya menyebabkan datangnya jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya ketika seseorang dihimpit stres. Layaknya sebuah siklus, masalah kulit yang ditimbulkan akibat stres pun membuat masalah baru, yaitu hilangnya rasa percaya diri dan menimbulkan stres baru lain, yang akhirnya malah memperburuk keadaan.

dr. Jessica Florencia menjelaskan beberapa cara mengembalikan kulit ke kondisi semula sebelum stres:

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kulit ke kondisinya semula sebelum stres. Beristirahat cukup, berolahraga, dan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, adalah tiga pilar utama yang perlu dilakukan. Selain itu, Anda juga perlu memanjakan kulit yang telah lelah digempur stres dengan suatu perawatan yang menyenangkan, seperti mandi.

Gunakanlah sabun dengan kandungan pelembap yang cukup, sehingga proses mandi justru akan membuatnya bersih dan tetap lembap, bukan malah membuatnya kering.

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...