Dynasty Daze Padukan Budaya Tiongkok dengan Batik Indonesia

KONFRONTASI-Jelang tahun baru Imlek, Alleira Batik meluncurkan koleksi bertema Dynasty Daze. Dalam koleksinya kali ini, Alleira memadukan budaya Tiongkok dengan batik khas Indonesia. 

"Sebelumnya kami mempelajari ornamen dan motif budaya Tiongkok. Baru kemudian mendesain motifnya dan diimplementasikan melalui proses batik tulis dan cap," ujar Direktur Kreatif Alleira Batik Anita Asmaya Sanin di Jakarta, Jumat (6/2).

Untuk koleksi tersebut, porsi penggunaan batik cap lebih dominan ketimbang batik tulis. Hal itu lantaran cuaca yang kurang mendukung.

"Sekitar 70 persen dan 30 persen. Karena proses batik cap tidak memerlukan banyak cahaya matahari. Namun, teknik airbrush tetap kami adopsi sebagai ciri khas Alleira," ujarnya.

Terdiri dari 70 desain, Alleira banyak memasukkan unsur merah dan emas sebagai simbol kebesaran Tiongkok. Adapun motif yang banyak dieksplorasi adalah bunga lotus dan ukiran kayu pagoda, dipadukan dengan motif batik kawung.

"Kami tidak banyak mengeksplorasi motif burung yang sebenarnya juga ciri khas Tiongkok karena konsumen kami banyak yang muslim. Sebagian mengatakan tidak ingin mengenakan pakaian dengan motif hewan," katanya.

Koleksi yang menggunakan bahan satin sutra, sutra ATBM, sutra jaguard, dan katun untuk koleksi anak-anak dan dewasa bisa ditemui di gerai Alleira Batik sejak awal Februari hingga awal April mendatang.[mr/bst]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA