18 January 2018

Bila Si Dia Menghujani Kamu dengan Hadiah Mewah, Waspadalah: Cuci Otak

KONFRONTASI -  Pernah dengar tentang seseorang yang mencuci otak pasangannya. Proses ini dimulai sejak yang perempuan atau lelaki jatuh cinta, kemudian pasangannya memanfaatkan momentum ketidaksadaran ini.

Awalnya memang sangat indah, si dia rela mengorbankan segalanya demi kamu. Proses ini diberi nama love bombing alias  kamu dihujani cinta yang bertubi-tubi. Tapi lama-kelamaan, dia akan mengkritik, mengendalikanmu, memaksamu melakukan sesuatu, bahkan mengancam. Sekarang kamu jadi sasaran untuk segala kepentingannya.

Perlu diketahui  kalau cuci otak dalam hubungan merupakan salah satu bentuk pelecehan emosional. Sebelum semuanya terlambat, kenali ciri seseorang yang hendak mencuci otakmu seperti dikutip Tempo dari Boldsky:

1. Love Bombing
Love bombing memang terasa manis, tapi sesungguhnya tidak. Ini adalah langkah pertama yang dia lakukan sebelum mencuci otak. Jika pasangan membanjirimu dengan kasih sayang dan memberimu terlalu banyak perhatian, kamu harus mencurigai ada apa di balik semua itu.


Memberikan hadiah yang kelewat mahal juga bisa menjadi taktik love bombing. Mereka melakukannya hanya untuk menguncimu supaya tak melirik pria lain.

2. Melecehkan
Jika pasangan mencoba merendahkan dan menginjak harga dirimu, itu juga bisa menjadi salah satu trik mencuci otak. Ucapan sarkastik, terlalu banyak mengkritik, meremehkan, bicara dengan berteriak, mempermalukan, mengancam, dan menyerang secara verbal untuk membuatmu merasa bersalah adalah pelecehan. Dia melakukannya untuk mengendalikanmu.

3. Serangan verbal
Jika pasangan mencari-cari kekurangan dirimu atau mencoba membesar-besarkan kekuranganmu, itu adalah upaya untuk mengendalikan pikiran dan membuatmu merasa minder.

4. Pemerasan emosional
Ketika pasangan sering mengancammu dengan perpisahan, ini adalah salah satu cara dia menanamkan rasa takut pada dirimu.

5. Dominasi
Tujuan utama di balik cuci otak adalah ingin merasa kuat atau mengendalikan pasangan. Jika dia menyebutkan kata “terakhir” dalam setiap percakapan, itu tidak lain adalah pencucian otak.

6. Standar yang tidak realistis
Dia berharap terlalu banyak dan jika kamu tidak memenuhi itu, maka kamu akan merasa tak berguna.

7. Membuatmu terasing
Si dia akan menjauhkanmu dari orang lain sehingga tak akan ada orang yang menyadarkan kalau kamu sedang dicuci otak.(juft/Tempo)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...