25 May 2017

Bahaya Malas Cuci Pakaian Baru, Nih Resikonya

Konfrontasi - Sebagian orang enggan mencuci pakaian baru sebelum memakainya. Padahal, pakaian baru bisa memberi risiko timbulnya peradangan dan infeksi kulit.

Dr Lisa Ackerley dari Hygiene Doctor mengatakan, pakaian baru memiliki potensi terkontaminasi bakteri, jamur atau bahan kimia selama proses pembuatan, penyimpanan hingga pengangkutan. Bahkan, pewarna sintetis pada pakaian juga dapat menyebabkan ruam, rasa tidak nyaman, memperburuk kondisi eksim hingga menyebabkan dermatitis kontak atau peradangan kulit.

"Jika seseorang telah menderita infeksi kulit, maka itu bisa diteruskan melalui pakaian. Beberapa infeksi kulit dapat disebabkan oleh bakteri yang resisten antibiotik, seperti Staphylococcus, yang kadang-kadang bisa sangat sulit untuk diobati," kata dia, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (6/1/2017).

Dia menuturkan, virus seperti pilek, flu dan norovirus dapat bertahan hidup di kain dan permukaan keras selama 48 jam. Jadi, jika seseorang telah mencoba pakaian saat menderita pilek atau flu, maka virus bisa bertahan satu atau dua hari dan menyebar atau menyebabkan infeksi.

"Jika Anda membeli sepatu baru yang dipajang dan telah dicoba oleh banyak orang, ada risiko berpindahnya jamur," ujar dia.

Namun untuk mengurangi kekhawatiran terhadap potensi jamur, peradangan dan infeksi, Ackerley mengatakan, sebaiknya mencuci pakaian pada suhu tinggi. Jika Anda tidak punya waktu atau tidak ingin mencuci pakaian atau sepatu baru, Anda bisa menggunakan spray desinfektan untuk membunuh bakteri.

Ackerley menambahkan, beberapa sepatu memiliki risiko lebih sedikit menyebarkan jamur dan bakteri jika disimpan di dalam kotak. Hal yang sama juga berlaku untuk pakaian yang tidak diwarnai dan terbuat dari serat alami. (vv/mg)

Category: 

loading...


News Feed

Loading...