18 November 2019

Dibully se-Indonesia Karena Video Pamit Hingga Ingin Bunuh Diri, Ria Ricis: Maaf Aku Bodoh

Konfrontasi - Youtuber Ria Ricis mengalami hari-hari mengerikan karena masalah datang bertubi-tubi seiring viralnya video pamitnya, beberapa waktu lalu.

Momen yang membuatnya berada di titik terendah hidupnya, karena tak sanggup menerima bullyan satu Indonesia yang menudingnya sedang bermain drama kehidupan.

Ya, netizen memang menghujatnya, karena baru saja pamit dari Youtube dua hari kemudian kembali aktif.

Tak banyak yang tahu, tekanan teramat berat dirasakan Ricis hingga membuatnya ingin mengakhiri hidupnya. Benda tajam sudah dipegangnya dan diarahkan ke tubuhnya.

Hal ini diungkapkan Ricis lewat video di akun Youtubenya. Di video itu, Ricis mengeluarkan semua curahan hatinya.

Ricis menyebut bukan bermaksud menipu atau prank dengan video pamit itu. “Setelah dua hari, satu Indonesia menghujatku. Segala sumpah serapah terjun bebas di Instagram,” ujarnya.

Ricis menyebutkan satu minggu sebelum video pamit itu sejatinya masalah sudah datang ke dalam kehidupannya baik dari keluarga, keuangan juga lingkungan, Youtube dan tim Ricis.

“Tapi alhamdulillah Allah lagi rajin banget ngasih aktivitas sampe jam tidur aku berkurang. Manusiawi aku merasa capek, capek hati dan pikiran. Maka dari itu aku memutuskan untuk pamit dari Youtube untuk sementra waktu. Karena aku mau fokus ke kegiatan lainnya yaitu syuting film layar lebar,” jelasnya.

Pada malam itu, Ricis akhirnya meminta timnya libur sementara seiring keinginannya off dari Youtube. Namun, setelah tayang video Pamit, Ricis mengaku mendapatkan banyak pesan dari fansnya hingga meneror agar dirinya kembali lagi aktif. Setelah itu, Ricis merasa terpanggil untuk kembali aktif demi fansnya.

Dan, dalam tempo dua hari, video kembalinya muncul. “Di luar dugaan gara-gara saya kembali satu Indonesia menghujatku,” ungkapnya.

Tak disangka permasalahannya bertambah, Tim Ricis mengundurkan diri hanya beberapa saat jelang acara besar, kesehatannya pun menurun.

“Ya Allah cobaan apa lagi yang Engkau berikan. Faktor terbesar adalah ketika aku dibully satu Indonesia yang aku sendiri enggak sadar akan hal itu. Sampai akhirnya aku mengikhlaskan kemunduran tim Ricis. Inilah jalan terbaik, Allah lah yang memilih dengan siapa aku seharusnya hidup,” bebernya.

Dan, tak disangka di antara berbagai masalah itu pikiran pendeknya jalan.

“Maaf hal bodoh terjadi malam itu bersamaan dengan masalah. Au menangis hingga tersungkur di kamar seorang diri, dan terus bertanya, kalau Tuhan sayang kenapa dia enggak ambil nyaku sekalian. Kenapa harus lewat masalah yang bertubi-tubi. Kenapa harus lewat tiga orang yang aku sayang yang sudah aku anggap keluarga. Dan, kenapa lewat hujatan satu Indonesia. Lalu untuk apa aku hidup,” ucapnya.

“Di saat aku lemah, aku gagal, dan tidak ada satupun orang percaya sama ku. Maaf aku bodoh, sambil menangis aku berdiri menuju meja rias dan mengambil benda tajam, apalagi tujuannya kalau enggak mengakhiri hidupku. Dengan tangan bergemetar dan mata semakin bengkak, aku arahkan benda tajam itu ke tubuhku, sakit, sampai akhirnya aku sadar dan aku lempar sekencang-kencangnya benda itu, aku istigfar dan mohon ampun,” akunya.

Ricis akhirnya sadar yang dia lakukan malam itu belum tentu membuatnya mati. ”Mungkin saja aku nyusahin orang-orang terutama keluarga yang aku cintai yang aku perjuangkan mati-matian selama ini,” jelasnya.

Ricis pun memahami Allah masih sangat sayang dengannya dan dia berjanji akan hidup demi orang-orang yang disayanginya.

Namun, satu hal yang dipesankannya kepadaa publik tentan dampak bullying. “Dan sekarang aku benar-benar dampak bully maka aku berharap jari dan bibir ini berfungsi untuk tidak membully sesama mahluk Allah,” ucapnya.  (pjk1/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...