21 April 2018

Sukses Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan

BANDUNG-Buat sebagian orang yang suka bisnis, nama Dewa Eka Prayoga sudah akrab di telinga. Menjelang usia 22 tahun ia rugi Rp 7,7 miliar. Namun lima tahun kemudian, ia bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah per bulan. Kepada Kompas.com, Eka membagikan kisahnya. Ia mulai berbisnis pada usia 19 tahun saat duduk sebagai mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia membuka usaha bimbingan belajar bernama DNA di Gelap Nyawang Bandung.

Dewa Eka Prayoga

Dalam satu kelas, terdapat 40-50 siswa SMA. Pengajarnya sendiri merupakan teman-temannya Dewa di UPI. Semakin hari, usaha Dewa makin berkembang. Hingga terbentuk badan usaha di usianya ke 21 tahun hampir berbarengan dengan waktu pernikahannya. Menjelang usia 22 tahun, Dewa mengumpulkan uang dari 600-an investor. Uang tersebut kemudian ia serahkan kepada seorang teman yang akan mengembangkan usahanya. Namun uang tersebut dibawa kabur. (Baca juga : Kisah Sukses Belanda Jadi Eksportir Makanan Terbesar Kedua di Dunia) "Jumlahnya Rp 7,7 miliar. 600 investor ini tahunya saya. Ternyata proyeknya bodong. Saya berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan semuanya," tutur Dewa kepada Kompas.com, belum lama ini. Hanya dalam waktu lima tahun, ia mampu mengembalikan uang para investor. Caranya dengan kembali berbisnis. Ia jualan buku, produk digital, internet marketing, kosmetik, hijab, properti, dan lainnya. Semua pekerjaan berbasis online. Hingga saat ini, ada tujuh perusahaan yang tengah ia kelola. Di antaranya, billionaire coach yang bergerak di bidang konsultasi bisnis. Lalu BillionaireStore, yang menangani penjualan buku-buku karya dirinya sendiri. Kemudian Delta Saputra, perusahaan penerbitan buku dan Maxima Advertising. Ia pun mendirikan sebuah komunitas bernama "Jago Jualan". "Anggota member group komunitas ini di seluruh Indonesia sekitar 200.000an. Tapi kalo kopi darat ke sebuah daerah sekitar 40an orang," ungkapnya. (Baca juga : Kisah Sukses Pengusaha Kecil Jadi Motivasi)

Untuk mengelola 7 usahanya, Dewa dibantu 60 karyawan. Ia enggan menceritakan detail berapa omzet yang diperolehnya. Namun sekitar miliaran rupiah per bulan. Dalam beberapa pekan, pemuda kelahiran Sukabumi, 24 April 1991 ini akan membuka tiga perusahaan baru. Perusahaan tersebut bergerak di bidang home living, edukasi anak, serta tour and travel. "Gongnya tanggal 16 April," tuturnya. Kiat Bisnis Eka membagikan tips bagi mereka yang bingung memulai bisnis. Pertama, cari benchmark. "Cari, mau kaya siapa, segede apa, ada contohnya. Pepetin orang yang bisa dijadikan mentor," tuturnya. Selain itu, ikut seminar maupun workshop. Lalu kumpul dengan komunitas yang positif.

Dengan cara itu, aura bisnis akan terus nempel di orang tersebut sehingga lebih semangat dan tahu harus berbuat apa. Yang harus diingat, sambung Dewa, anak muda zaman now, orang yang suka coba-coba dan bukan orang yang loyal. Mereka tidak loyak pada satu brand. Hal itu pula yang harus dimanfaatkan oleh para pengusaha. "Ada yang nanya, bagaimana agar reseller loyal? Zaman sekarang jarang ada reseller loyal. Dia cari peluang yang rame, dia main. Makanya kita harus punya sistem untuk menjaring dia. Kemanapun lu lari, lu kena ke gua juga, gitu istilahnya," ungkapnya. Untuk berbagi kiat bisnis, Dewa rutin berbagi tips. Salah satunya di ajang Bandung Bersinergi kedua yang akan digelar gratis selama tiga hari di UPI Bandung pada 13-15 April 2018. "Saat ini kamu bisa menghadirkan tujuh mentor Jago Jualan dan akan dihadiri 1.200 peserta. Ini melebihi target," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usaha Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan", https://regional.kompas.com/read/2018/04/09/08323991/usaha-pemuda-26-tah....
Penulis : Reni Susanti
Editor : Reni Susanti

Buat sebagian orang yang suka bisnis, nama Dewa Eka Prayoga sudah akrab di telinga. Menjelang usia 22 tahun ia rugi Rp 7,7 miliar. Namun lima tahun kemudian, ia bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah per bulan. Kepada Kompas.com, Eka membagikan kisahnya. Ia mulai berbisnis pada usia 19 tahun saat duduk sebagai mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia membuka usaha bimbingan belajar bernama DNA di Gelap Nyawang Bandung. Dalam satu kelas, terdapat 40-50 siswa SMA. Pengajarnya sendiri merupakan teman-temannya Dewa di UPI. Semakin hari, usaha Dewa makin berkembang. Hingga terbentuk badan usaha di usianya ke 21 tahun hampir berbarengan dengan waktu pernikahannya. Menjelang usia 22 tahun, Dewa mengumpulkan uang dari 600-an investor. Uang tersebut kemudian ia serahkan kepada seorang teman yang akan mengembangkan usahanya. Namun uang tersebut dibawa kabur. (Baca juga : Kisah Sukses Belanda Jadi Eksportir Makanan Terbesar Kedua di Dunia) "Jumlahnya Rp 7,7 miliar. 600 investor ini tahunya saya. Ternyata proyeknya bodong. Saya berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan semuanya," tutur Dewa kepada Kompas.com, belum lama ini. Hanya dalam waktu lima tahun, ia mampu mengembalikan uang para investor. Caranya dengan kembali berbisnis. Ia jualan buku, produk digital, internet marketing, kosmetik, hijab, properti, dan lainnya. Semua pekerjaan berbasis online. Hingga saat ini, ada tujuh perusahaan yang tengah ia kelola. Di antaranya, billionaire coach yang bergerak di bidang konsultasi bisnis. Lalu BillionaireStore, yang menangani penjualan buku-buku karya dirinya sendiri. Kemudian Delta Saputra, perusahaan penerbitan buku dan Maxima Advertising. Ia pun mendirikan sebuah komunitas bernama "Jago Jualan". "Anggota member group komunitas ini di seluruh Indonesia sekitar 200.000an. Tapi kalo kopi darat ke sebuah daerah sekitar 40an orang," ungkapnya. (Baca juga : Kisah Sukses Pengusaha Kecil Jadi Motivasi) Untuk mengelola 7 usahanya, Dewa dibantu 60 karyawan. Ia enggan menceritakan detail berapa omzet yang diperolehnya. Namun sekitar miliaran rupiah per bulan. Dalam beberapa pekan, pemuda kelahiran Sukabumi, 24 April 1991 ini akan membuka tiga perusahaan baru. Perusahaan tersebut bergerak di bidang home living, edukasi anak, serta tour and travel. "Gongnya tanggal 16 April," tuturnya. Kiat Bisnis Eka membagikan tips bagi mereka yang bingung memulai bisnis. Pertama, cari benchmark. "Cari, mau kaya siapa, segede apa, ada contohnya. Pepetin orang yang bisa dijadikan mentor," tuturnya. Selain itu, ikut seminar maupun workshop. Lalu kumpul dengan komunitas yang positif. Dengan cara itu, aura bisnis akan terus nempel di orang tersebut sehingga lebih semangat dan tahu harus berbuat apa. Yang harus diingat, sambung Dewa, anak muda zaman now, orang yang suka coba-coba dan bukan orang yang loyal. Mereka tidak loyak pada satu brand. Hal itu pula yang harus dimanfaatkan oleh para pengusaha. "Ada yang nanya, bagaimana agar reseller loyal? Zaman sekarang jarang ada reseller loyal. Dia cari peluang yang rame, dia main. Makanya kita harus punya sistem untuk menjaring dia. Kemanapun lu lari, lu kena ke gua juga, gitu istilahnya," ungkapnya. Untuk berbagi kiat bisnis, Dewa rutin berbagi tips. Salah satunya di ajang Bandung Bersinergi kedua yang akan digelar gratis selama tiga hari di UPI Bandung pada 13-15 April 2018. "Saat ini kamu bisa menghadirkan tujuh mentor Jago Jualan dan akan dihadiri 1.200 peserta. Ini melebihi target," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usaha Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan", https://regional.kompas.com/read/2018/04/09/08323991/usaha-pemuda-26-tahun-asal-bandung-ini-beromzet-miliaran-rupiah-per-bulan.
Penulis : Reni Susanti
Editor : Reni Susanti
Buat sebagian orang yang suka bisnis, nama Dewa Eka Prayoga sudah akrab di telinga. Menjelang usia 22 tahun ia rugi Rp 7,7 miliar. Namun lima tahun kemudian, ia bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah per bulan. Kepada Kompas.com, Eka membagikan kisahnya. Ia mulai berbisnis pada usia 19 tahun saat duduk sebagai mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia membuka usaha bimbingan belajar bernama DNA di Gelap Nyawang Bandung. Dalam satu kelas, terdapat 40-50 siswa SMA. Pengajarnya sendiri merupakan teman-temannya Dewa di UPI. Semakin hari, usaha Dewa makin berkembang. Hingga terbentuk badan usaha di usianya ke 21 tahun hampir berbarengan dengan waktu pernikahannya. Menjelang usia 22 tahun, Dewa mengumpulkan uang dari 600-an investor. Uang tersebut kemudian ia serahkan kepada seorang teman yang akan mengembangkan usahanya. Namun uang tersebut dibawa kabur. (Baca juga : Kisah Sukses Belanda Jadi Eksportir Makanan Terbesar Kedua di Dunia) "Jumlahnya Rp 7,7 miliar. 600 investor ini tahunya saya. Ternyata proyeknya bodong. Saya berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan semuanya," tutur Dewa kepada Kompas.com, belum lama ini. Hanya dalam waktu lima tahun, ia mampu mengembalikan uang para investor. Caranya dengan kembali berbisnis. Ia jualan buku, produk digital, internet marketing, kosmetik, hijab, properti, dan lainnya. Semua pekerjaan berbasis online. Hingga saat ini, ada tujuh perusahaan yang tengah ia kelola. Di antaranya, billionaire coach yang bergerak di bidang konsultasi bisnis. Lalu BillionaireStore, yang menangani penjualan buku-buku karya dirinya sendiri. Kemudian Delta Saputra, perusahaan penerbitan buku dan Maxima Advertising. Ia pun mendirikan sebuah komunitas bernama "Jago Jualan". "Anggota member group komunitas ini di seluruh Indonesia sekitar 200.000an. Tapi kalo kopi darat ke sebuah daerah sekitar 40an orang," ungkapnya. (Baca juga : Kisah Sukses Pengusaha Kecil Jadi Motivasi) Untuk mengelola 7 usahanya, Dewa dibantu 60 karyawan. Ia enggan menceritakan detail berapa omzet yang diperolehnya. Namun sekitar miliaran rupiah per bulan. Dalam beberapa pekan, pemuda kelahiran Sukabumi, 24 April 1991 ini akan membuka tiga perusahaan baru. Perusahaan tersebut bergerak di bidang home living, edukasi anak, serta tour and travel. "Gongnya tanggal 16 April," tuturnya. Kiat Bisnis Eka membagikan tips bagi mereka yang bingung memulai bisnis. Pertama, cari benchmark. "Cari, mau kaya siapa, segede apa, ada contohnya. Pepetin orang yang bisa dijadikan mentor," tuturnya. Selain itu, ikut seminar maupun workshop. Lalu kumpul dengan komunitas yang positif. Dengan cara itu, aura bisnis akan terus nempel di orang tersebut sehingga lebih semangat dan tahu harus berbuat apa. Yang harus diingat, sambung Dewa, anak muda zaman now, orang yang suka coba-coba dan bukan orang yang loyal. Mereka tidak loyak pada satu brand. Hal itu pula yang harus dimanfaatkan oleh para pengusaha. "Ada yang nanya, bagaimana agar reseller loyal? Zaman sekarang jarang ada reseller loyal. Dia cari peluang yang rame, dia main. Makanya kita harus punya sistem untuk menjaring dia. Kemanapun lu lari, lu kena ke gua juga, gitu istilahnya," ungkapnya. Untuk berbagi kiat bisnis, Dewa rutin berbagi tips. Salah satunya di ajang Bandung Bersinergi kedua yang akan digelar gratis selama tiga hari di UPI Bandung pada 13-15 April 2018. "Saat ini kamu bisa menghadirkan tujuh mentor Jago Jualan dan akan dihadiri 1.200 peserta. Ini melebihi target," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usaha Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan", https://regional.kompas.com/read/2018/04/09/08323991/usaha-pemuda-26-tahun-asal-bandung-ini-beromzet-miliaran-rupiah-per-bulan.
Penulis : Reni Susanti
Editor : Reni Susanti
Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...