26 May 2018

Pikirkan Masa Depan, Stop Pikirkan Karir, Fokus Pada Tantangan dan Masalah

KONFRONTASI - Untuk menyiapkan masa depan, kita perlu bergeser dari berpikir mengenai pekerjaan dan karir, menjadi berpikir tentang tantangan dan masalah.

Saat Jean-Philippe Michel, seorang pelatih karir yang berbasis di Ottawa, Kanada, bekerja dengan para siswa sekolah menengah, dia tidak menggunakan kata profesi. Begitupun saat dia fokus membantu klien-klien mudanya untuk mencari tahu apa yang ingin mereka lakukan saat dewasa—setidaknya tidak secara langsung.

Untuknya, tidak ada hal seperti menentukan profesi saat sudah dewasa.

Daripada mendorong setiap orang untuk memilih sebuah profesi, katakanlah, arsitek atau insinyur, dia bekerja mundur dari keahlian yang ingin dimiliki masing-masing murid. Jadi daripada berkata, "Saya ingin menjadi dokter", dia akan meminta para murid untuk berbicara mengenai tujuan, dalam hal ini "menggunakan empati di situasi medis".

Mungkin terlihat esoterik, namun dengan memelintir bahasa dapat membantu mencari tujuan yang nyata. Dan terkadang hal itu tidak cocok dengan sebuah profesi atau bahkan pilihan karir yang mungkin Anda pikir Anda inginkan dari awal. Melainkan, Michel berkata bahwa memutuskan keahlian yang ingin Anda gunakan akan mengarah ke karir yang lebih memiliki target—dan dengan demikian akan memberikan anda kepuasan. Hal itu dapat juga berarti bukan sebuah pekerjaan namun serangkaian proyek dan situasi pekerjaan yang mengarahkan anda dari satu hal ke hal berikutnya.

"Mereka perlu bergeser dari berpikir mengenai pekerjaan dan karir menjadi berpikir akan tantangan dan masalah," kata Michel. Lebih gampang dikatakan daripada dikerjakan untuk, katakanlah, Gen X atau bahkan millennial yang lebih tua, namun tidak begitu keluar dari alam berpikir orang yang lebih muda, yang telah mempersempit pilihan studi universitas mereka.

Tujuannya, diatas semuanya, adalah untuk menyiapkan karir generasi berikutnya di masa depan, yang bagi banyak orang akan terdiri banyak pekerjaan mikro yang ditujukan untuk pekerja terampil dengan gaji yang baik, dan bukan bos dan perusahaan tunggal, katanya.

Pada akhirnya, mengembangkan tujuan yang tepat membantu para remaja merencanakan apa yang disebut banyak orang 'karir portofolio'. Jenis karir ini terdiri atas proyek atau peran yang agak berbeda dan akan lebih lazim di dekade berikutnya, kata Michel, yang berbasis di Ottawa, Kanada.

"Mereka harus mengukir ceruk yang lebih spesifik dibandingkan sebelumnya," katanya dengan yakin.

Tags: 
Category: 
Loading...