10 December 2018

Kiat Sukses Dari Presiden SpaceX Gwynne Shotwell

KONFRONTASI - Sebagai salah satu wanita yang mampu menonjol dalam industri luar angkasa yang didominasi oleh pria, Presiden dan COO SpaceX Gwynne Shotwell pasti menjadi teladan bagi mereka yang juga bercita-cita untuk sukses di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Gwynne telah menjadi bagian dari SpaceX tak lama sejak perusahaan transportasi luar angkasa ini didirikan pada 2002. Karirnya mengangkasa dan waktunya dihabiskan untuk mewujudkan SpaceX menjadi perusahaan pertama yang mengangkut manusia ke dan dari Mars.

Meski disadarinya akan butuh waktu untuk mencapai tujuan 'gila' tersebut, namun Gwynne sepertinya tidak ingin membuang waktu untuk memberi tahu wanita lain bahwa mereka juga dapat mencapai kesuksesan yang telah ia capai.

Dilansir dari Born 2 Invest, berikut beberapa pelajaran menarik darinya yang bisa memberi inspirasi:

Mengejar passion

Ketika seseorang menghadapi persimpangan dalam kehidupan dan harus membuat keputusan antara passion dan karir, Shotwell menyarankan untuk mengejar bidang yang disukai atau passion yang dimiliki.

“Kuncinya adalah masuk dalam industri yang Anda minati. Jika Anda menyukai mobil, maka otomotif adalah tempat [passion] Anda seharusnya berada,” tutur Shotwell.

Pemimpin dalam teknologi

Shotwell adalah salah satu dari sedikit wanita di industri teknologi, dan selama hidupnya, ia tidak pernah membiarkan jenis kelaminnya menjadi penghalang bagi kesuksesannya. Dia secara konsisten menghilangkan batas bagi wanita yang ingin memasuki industri tersebut.

Meskipun industri ini didominasi tenaga pria, Gwynne bersyukur tidak memiliki pengalaman pribadi yang mengarah pada kesimpulan bahwa seksisme adalah hal yang lumrah di industri ini.

“Jika Anda kompeten, penuh persiapan, bermanfaat, dan bekerja di luar lingkup pengaruh Anda, Anda akan menemukan jalan.” tegasnya.

Berjuang untuk keseimbangan karir dan hidup

Alih-alih berusaha menyeimbangkan kedua aspek antara pekerjaan dan kehidupannya, Shotwell memilih mendedikasikan waktunya untuk hal yang benar-benar layak mendapat lebih banyak perhatian kapan saja.

“Ada kalanya keseimbangan jauh lebih dikhususkan untuk bekerja. Anda bisa memilih waktu yang Anda habiskan bersama keluarga dan menjadikannya berarti. Bagi saya, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan berarti stabil, tidak harus 50-50,” jelasnya.(jf/BI)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...