Tax Amnesty Hanya Untungkan Konglomerat dan Pengemplang BLBI

KONFRONTAS-Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) menilai Wacana pemberian pengampunan pajak atau tax amnesty bagi para pengemplang pajak hanya akan memberi kenikmatan bagi para konglomerasi bahkan buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan menjadi penikmat terbesar tax amnesty.

"Siapa yang diuntungkan dari UU Tax Amnesty ini ? tidak lain hanyalah elit, konglomerat, serta koruptor yang melarikan uangnya keluar negeri. Lalu siapa konglomerat itu dugaanya adalah yang dulu merampok uang negara melalui mega skandal BLBI," kata Maneger Advokasi Seknas Fitra Apung Widadi, Selasa (21/6/2016).

Apung menjelaskan, saat ini skenario pembahasan RUU Tax Amnesty sangat mulus adanya. Kaum elit konglomerat, telah dapat memasukkan ide nya, sehingga Pemerintah dan DPR saat ini setuju membahas dan ngebut untuk segera disahkan.

"Argumentasi Pemerintah melalui Kemenkeu bahwa, dari 8000 Triliun uang konglomerat yang di luar negeri akan balik ke Indonesia. DPR juga mengamini bahwa akan banyak manfaat untuk ini," ujarnya.

"Faktanya, FITRA menghitung, hanya Rp 60 triliun yang akan masuk ke APBN jika angka pengampunan patriasi hanya 2 atau 3 %. Kami menilai, uang ini tidak akan dapat menyelamatkan APBN. Bahkan Bank Indonesia juga menilai hanya Rp59 triliun yang akan masuk APBN. Menko Perekonomian telah menegaskan, uang Tax Amnesty tidak akan dapat menutup defisit pendapatan negara," tambahnya.

Untuk itu masalah keberanian, jika Pemerintah berani mengampuni dengan derajat tarif pengampunan diatas 35 % atau hingga 50 % maka kedaulatan negara kita akan lebih tinggi dibandingkan dengan para elit konglomerat itu.

"Namun jika hanya obral 2-3% maka kedaulatan kita akan terus diinjak oleh para konglomerat itu. Jika ini terjadi maka, akan terjadi kesenjangan ekonomi yang sangat lebar di Indonesia. Yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin," tandasnya.[mr/inl]

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA