21 February 2018

Rizal Ramli Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Stagnan 5% Lagi

KONFRONTASI-Dalam APBN 2018 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,4%. Namun target tersebut diragukan oleh Ekonom Senior si Raja Kepret Rizal Ramli.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi di 2017 yakni sebesar 5,07%.

"Ada yang bilang 5,3%-5,4%, tapi saya ramalkan bakal stagnan 5% lagi," tuturnya dalam Diskusi KPPN DPP PAN Ekonomi Indonesia di Tahun Politik di markas DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Alasannya, kata Rizal, strategi pemerintah yang salah dalam menyelamatkan perekonomian. Kesalahan pemerintah lantaran melakukan pengetatan fiskal di saat perekonomian yang sedang merosot.

"Sudah pasti semakin melambat dan stagnan, dan austerity ini sudah gagal puluhan tahun lalu di Amerika Latin, gagal di Yunani. Banyak yang bilang ini bagus, tapi itu karena kalau kita melakukan pengetatan kita ada uang untuk bayar kreditur," terangnya.

Rizal mencontohkan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) justru melakukan stimulus fiskal ketika perekonomiannya sedang melambat, bukan malah sebaliknya.

Meski begitu, dirinya meramal, masyarakat golongan menengah ke atas akan tetap bertahan ketika perekonomian kembali merosot. Namun dampaknya akan besar dirasakan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.

"Berdasarkan pengalaman setiap ada krisis golongan menengah atas makin kaya. Karena beli aset murah, jadi kalau sulit mereka akan lebih baik. Tapi menengah ke bawah makin kesulitan, daya beli merosot karena PHK," tambahnya.

Faktor lain yang menurut Rizal harus diperhatikan adalah kenaikan harga batu bara yang saat ini sudah menembus level US$ 100 per ton. Sebab dengan begitu akan menambah beban bagi BUMN penyedia listrik, PLN dan jika tidak diantisipasi maka akan ada kemungkinan kenaikan tarif listrik.

"Begitu naik, golongan menengah bawah tertekan. Dulu bayar listrik Rp 300 ribu naik jadi Rp 700 ribu, kalau naik lagi tambah lagi Rp 300 ribu," tegasnya.

Oleh karena itu, menurutnya target pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini hanya angan-angan semata.

"Kasihan rakyat Indonesia dikasih impian-impian kosong terus," pungkasnya.[mr/dtk]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...