11 December 2019

Rizal Ramli Ingatkan,Target Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tak Tercapai

KONFRONTASI- Tokoh nasionbal sekaligus begawan ekonomi  Rizal Ramli mengingatkan pemerintah untuk mengubah langkah dan kebijakan ekonomi secara signifikan. Jika tidak, Rizal memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya sekitar 4% atau di bawah target sebesar 5,3%.

“Jika tidak ada perubahan ekonomi makro hingga Desember 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan anjlok ke 4%. Ini akan semakin menurunkan daya beli dan meningkatkan jumlah perusahaan yang mengalami gagal minus bayar (default). Tidak ada juga tanda-tanda indikator ekonomi makro, seperti defisit perdagangan, defisit current account, akan membaik pada 2020,” kata mantan Menko Ekuin era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jakarta, Jumat (8/11/2019)

Angka yang diprediksi Rizal Ramli itu lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,05%. Padahal, pada 2019, target pertumbuhan ekonomi dipatok di angka 5,1%.

Dikatakan, peningkatan kegiatan ekonomi dan korporasi Tiongkok di Indonesia yang semakin masif juga menjadi dampak negatif bagi perekonomian di Tanah Air. “Nilai tambah Tiongkok terhadap ekonomi rakyat Indonesia sangat minim, karena model bisnisnya menyedot nilai tambah dari hulu ke hilir. Ini sangat berbeda dengan investasi asing lainnya di massa lalu, yang biasanya hanya membawa 10 tenaga kerja,” kata Rizal Ramli.

Belum lagi, ujarnya, pemerintah masih menggunakan strategi berutang untuk mengatasi persoalan ekonomi. Ironisya, bunga utang pun sangat besar bila dibandingkan negara yang ratingnya rendah dari Indonesia.

“Bunga utang luar negeri lebih tinggi dibandingkan negara yang ratingnya lebih rendah dari Indonesia. Bunga utang Indonesia sampai 8,3%, sementara negara lain, seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina bunganya 4% sampai 5%. Itu kenapa subsidi energi dan sosial dipangkas untuk bayar utang. Dampaknya, daya beli rakyat lemah, karena harga tarif dasar listrik naik, BBM naik, dan akan menyusul iuran BPJS Kesehatan naik 100%,” ujar mantan Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.

Meski demikian, Rizal Ramli masih optimistis dengan kinerja beberapa menteri kabinet yang bisa menyelamatkan masa depan Indonesia. “Ada beberapa sektor yang akan melakukan perubahan positif, terutama Mendikbud Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir, yang didampingi dua mantan CEO Bank Mandiri,” kata Rizal Ramli.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...