19 February 2020

Rencana Pencabutan Subsidi Gas Melon Bikin Resah

KONFRONTASI-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan pemerintah untuk tidak gegabah menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 Kg secara tertutup. ‎Sebab penyaluran subsidi tertutup membuat harga gas melon tersebut menjadi mahal dan memunculkan keresahan di masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu mengaku sepakat dengan penertiban penyaluran subsidi elpiji agar tepat sasaran digunakan oleh pihak yang berhak, namun pemerintah perlu berhati-hati dalam penerapannya.

"Untuk mengindahkan yang salah sasaran kita sepakat, ini harus hati-hati," kata Gus, dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM, di Gedung DPR Jakarta, Senin (27/1).

Dia menjamin, subsidi elpiji 3 Kg tidak dicabut dengan diterapkannya penyaluran subsidi tepat sasaran atau langsung ke orang penerima yang layak. Besaran subsidi untuk elpiji juga telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Tolong agak lebih hati-hti, soal ini nggak ada yang dicabut. Kalau lebih tertib dengan alaterntif ya apakah tertutup subsidi langsung ke orangnya, kalau subsidi ada di APBN," tuturnya.

Anggota Komisi VII DPR‎ Fraksi Partai Nasdem Charles Meikyansyah mengungkapkan, rencana penerapan penyaluran subsidi tertutup telah membuat masyarakat resah, bahkan memicu penimbunan dan kenaikan harga elpiji 3 Kg.

"Beberapa masyarakat juga mulai ngepul membeli elpiji 3 Kg di luar kebutuhan mereka, di luar biasanya," tandasnya.[mr/mdk]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...