Produksi Padi Di Banten Melimpah, Ini Dia Penyebabnya

Konfrontasi - Kabupaten Lebak dan Serang masih merayakan panen raya padi hingga hari ini. Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Haris Syahbuddin di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

"Salah satu titik panen di Kabupaten Lebak hari ini berlangsung di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung, tepatnya di Poktan Bojong Neros," ujar Haris.

Kata Haris, 1.794 hektar sawah siap panen di Kecamatan Warung Gunung. 73 kelompok tani yang terdiri dari 3.362 orang mengelola seluruh sawah yang mampu menghasilkan 6,4 ton gabah kering per hektar. 

Sekedar informasi, acara panen hari ini di kelompok tani Bojong Neros juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna beserta perwakilan BPTP Balitbangtan Banten, Penyuluh, Babinsa, dan Petani anggota kelompok tani.

"Poktan Bojong Neros cukup berbangga dengan setiap hasil panen yang diperolehnya.  Sejak tahun 2008, Poktan ini sudah menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4.1 dan hasilnya cukup memuaskan petani karena meningkatkan produktivitas hingga 25 persen," jelasnya.

Kata Haris, dukungan inovasi teknologi seperti penggunaan Jarwo dan irigasi, benih bermutu, pemupukan berimbang dan dukungan penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kunci keberhasilan panen di Banten.

"Seluruh hal tersebut didiseminasikan kepada petani melalui kegiatan penyuluhan. Dengan adanya irigasi, petani di lokasi ini dapat melakukan penanaman selama 5 kali dalam dua tahun," ungkapnya.

Uum, anggota kelompok tani Bojong Neros mengatakan keunggulan penggunaan sistem tanam Jarwo adalah proses pemupukan yang mudah, irit dan tidak banyak menggunakan tenaga kerja dalam proses pertumbuhannya. Meski demikian Ia akui penyuluhan oleh pemerintah memiliki peran penting dalam keberhasilan panen kali ini.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA