19 September 2019

Perlu Diketahui Perbedaan Investasi Saham dengan Investasi Obligasi

KONFRONTASI - Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.

Investasi saham hingga saat ini masih dianggap banyak kalangan sebagai investasi berisiko tinggi. Lain halnya dengan investasi obligasi yang memiliki risiko rendah.

"Kalau kita bicara investasi pasti kita bicara risiko. Risiko harus seimbang dengan return, makanya ada istilah high risk-high return. Nah, pada saat Anda pergi ke equity market, Anda akan berpikir untung saham lebih besar nggak dari obligasi, memang lebih besar ya, tapi apa kalau ada untung yang lebih besar? Risikonya lebih besar, memang di pasar saham risikonya lebih besar," ungkap Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency, IBPA), Wahyu Trenggono, di acara Edukasi Wartawan, Gedung BEI, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Menurutnya berinvestasi obligasi lebih aman, karena kita bisa mendapatkan pendapatan tetap tiap bulannya jika dibandingkan investasi saham, yang apabila market sedang turun, portofolio saham ikut menurun.

"Jika kita bicara pasar obligasi Anda akan diamankan dengan instrumen obligasi yaitu fixed income Anda akan dapat pendapatan tetap selama kurun waktu periode obligasi tersebut kan jadi paling tidak Anda akan aman, tapi tentunya return-nya tidak akan bisa menyaingi harga saham," katanya.

"Kalau Anda dapat obligasi dengan yield 15%, Anda akan mendapatkan yield 15% sampai obligasi itu jatuh tempo, tapi kalau saham kondisi market bearish, kondisi market jelek harga turun pasti kondisi portofolio saham anda jelek," ujar Wahyu. (Juft/Detik )

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...