Pengusaha Harap Penerapan New Normal Bisa Kembali Bangkitkan Perekonomian

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo meminta rakyat bersiap hidup dalam new normal atau kehidupan baru. Yakni, beraktivitas secara normal sebelum wabah Covid-19 namun, tetap menerapkan protokol kesehatan.

Demikian dikatakan Menko PMK Muhadjir Effendy dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.

Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Johan Sigandaru mengaku siap menerapkan new normal di tengah pandemi corona ini. Persiapan pun dilakukan seperti jaga jarak yang maksimal.

"InsyaAllah siap. Persiapannya mungkin lebih kepada sosialisasi psycal distancing harus betul-betul maksimal," katanya di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Dia berharap, penerapan new normal bisa kembali menggerakkan roda perekonomian walaupun belum kembali normal seperti sebelum corona.

"Memang enggak akan langsung normal tapi harapan teman-teman dunia usaha semoga grafik ekonomi semakin meningkat terutama daya beli kembali normal, walaupun menggunakan protokol kesehatan," sambungnya.

Kondisi Usaha Anjlok

Johan mengakui, kondisi saat ini sangat tidak menguntungkan pengusaha. Kondisi usaha katanya anjlok tajam.

"Kondisi dunia usaha anjloak, alami penurunan tajam sampai dengan lebih dari 50 persen. Dan juga menurut pribadi saya, kalau seseorang secara kondisi ekonominya lemah, justru bisa membuat daya imun menurun," tutup Johan.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam surveinya menyebutkan pada Juni 2020 Indonesia memenuhi syarat untuk membuka kembali aktivitas warga dan ekonomi, setelah lima minggu bekerja dari rumah untuk mencegah penularan virus corona baru atau Covid-19.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan, survei dilakukan dengan metode kualitatif yaitu studi data sekunder periode. Tiga sumber data yang digunakan yaitu data Gugus Tugas Nasional Covid-19, data Worldometer, dan data WHO.

"Karena grafik kasus setiap wilayah berbeda-beda, setelah PSBB diberlakukan. Wilayah yang sudah layak dibuka kembali adalah DKI Jakarta yang merupakan pusat ekonomi dan bisnis Indonesia. Dengan demikian dibukanya kembali kelonggaran PSBB, tak berakibat pada makin terkaparnya ekonomi rumah tangga dan penyebaran Covid-19," katanya dikutip dari Antara. (mrdk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA