Menkeu Sebut Pelemahan Rupiah Dongkrak APBN, RR: Kalo Begitu Biarin Aja Rupiah Anjlok Jadi Rp20 Ribu/USD

KONFRONTASI-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan setiap nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maka memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara.

Ia mengatakan, setiap pelemahan Rp 100 memberikan dampak ke penerimaan hingga Rp 1,7 triliun.

"Setiap melemah Rp 100, maka akan ada penerimaan Rp 1,7 triliun," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga menyebutkan setiap harga minyak mentah (ICP) naik US$ 1 per barel pun berdampak positif terhadap penerimaan negara.

"Kalau untuk ICP setiap naik US$ 1 maka ada Rp 660 miliar," jelas dia.

Meski demikian, dia mengaku akan tetap berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan lembaga lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kita juga tidak akan terlena, walapun parameter ICP dan kursnya meningkat," ungkap dia. 

Menanggapi pernyataan Sri Mulyani tersebut, ekonom senior Rizal Ramli mengeritik cara berpikir menteri keuangan tersebut.

Menurutnya, APBN memang meningkat dengan pelemahan rupiah, tapi bebannya akan bergeser ke Pertamina, PLN, dan kenaikan harga pangan utk rakyat

"Klo gitu biarin aja rupiah anjlok jadi Rp20.000/$. Pinter2 ndablek. Memang APBN untung, tapi bebannya digeser ke Pertamina, PLN, dan kenaikan harga pangan utk rakyat. Ini yg ngomong akuntan APBN, atau Ekonom yg ndak ngerti makro ?? Kasihan Mas Jokowi @jokowi dikibulin terus," ungkapnya melalui akun twitternya.(mr/dtk/bbs)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA