10 April 2020

Kolaborasi Bisnis Luhut Panjaitan dan Sintong Panjaitan di Morowali

KONFRONTASI- Kolaborasi bisnis  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Sintong Panjaitan tergolong menarik untuk dicermati. Luhut Panjaitan menyebutkan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan baterai lithium untuk mobil listrik di Morowali akan dilakukan pada 11 Januari 2019. Luhut menyebutkan, total nilai investasi pembangunan baterai lithium di Morowali mencapai sekitar US$4,3 miliar, sementara investasi awal sebesar US$700 juta. Menurutnya, akan bermacam-macam baterai yang akan diproduksi di wilayah tersebut.Dalam gambar tampak Luhut Pandjaitan dan Sintong Pandjaitan dalam kunjungan rombongan Kemenko Kemaritiman ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

Dalam persentasinya, nilai investasi senilai US$700 juta dilakukan oleh konsorsium GEM Co. Ltd. Sebesar 36 persen, Tsingshan Group 21 persen, CATL 25 persen, Hanwa 8 persen, dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) 10 persen

Mengutip laman resminya (http://imip.co.id/) , PT IMIP didirikan pada 19 September 2013. IMIP mengantongi persetujuan prinsip bernomor 263/1/IP-PB/PMA/2015 pada 29 Januari 2015. Perusahaan ini merupakan patungan Shanghai Decent Investment (Group) dengan porsi saham 49,69%, PT Sulawesi Mining Investment 25%, dan PT Bintang Delapan Investama 25,31%.Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) pada tahun 2009. Kemudian mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektare di Kabupaten Morowali.Adapun modal perusahaan dalam mengeloa kawasan industri tersebut yakni senilai USD 40.000.000 yang merupakan modal dasar dan USD 40.000.000 modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sintong Pandjaitan adalah Komisaris Utama PT Sulawesi Mining Investment dan Presiden Komisaris Bintang Delapan Group.
demikian menurut sumber ini:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/8798/Menperin-Menerima-Direksi-PT-Su...
(PT-SMI)
http://www.mongabay.co.id/2014/05/12/fokus-liputan-morowali-di-bawah-cen...
https://www.amcham.or.id/fe/4972-joint-venture-starts-construction-of-sm...

Menurut laporan Kamar Dagang Amerika Serikat (American Chamber of Commerce in Indonesia), 1 Juni 2015:

'' Sintong Panjaitan, a retired general and former commander of the army’s Special Forces unit Kopassus, is a stake holder in Bintang Delapan. Local media have reported on Sintong’s close connections to Luhut Binsar Panjaitan, another former general with Kopassus connections, who currently serves as the president’s chief of staff.''

Pada Maret 2009, wartawan perang Hendro Subroto menerbitkan sebuah buku tentang Sintong yang berjudul "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando". Buku tersebut menuai kontroversi karena menyebut atau menuduh (?) Prabowo Subianto yang pada Maret 1983 berpangkat kapten hendak melakukan upaya kudeta dengan mengajak beberapa perwira tinggi ABRI. Buku yang diterbitkan menjelang Pemilu Legislatif 2009 itu memberikan kredit kepada Luhut Panjaitan yang waktu itu berpangkat mayor yang disebutkan menggagalkan upaya yang mengarah kepada kudeta tersebut.(Lihat: https://id.wikipedia.org/wiki/Sintong_Panjaitan)

Sintong Pandjaitan adalah juga rekan bisnis Luhut Panjaitan. Sintong Pandjaitan masih menjabat sebagai Komisaris pada PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), anak perusahaan dari PT Toba Bara Sejahtera Tbk milik Luhut Pandjaitan. Sampai  berita ini diturunkan, redaksi Konfrontasi belum berhasil menghubungi Luhut maupun Sintong yang dikenal sebagai  pebisnis dari marga Panjaitan. (berbagai sumber).
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...