Kabinet Memble kembali Bikin Gaduh, Rupiah Jeblok Siang Ini

KONFRONTASI - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang ini makin jeblok karena euro turun tajam.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.379/USD, jatuh dari penutupan perdagangan akhir pekan kemarin Rp13.308/USD

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.379/USD, dengan kisaran harian Rp13.281-Rp.13.392/USD. Posisi ini makin susut dari pentupan akhir pekan kemarin Rp13.295/USD.

Bersumber dari Limas rupiah dibuka melemah di level Rp13.372/USD, makin turun dari penutupan pekan kemarin Rp13.300/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Senin (29/6/2015) melemah pada level Rp13.356/USD atau turun 18 poin dibanding penutupan akhir pekan kemarin di angka Rp13.338/USD.

Sementara euro terkoreksi tajam di perdagangan Asia hari ini, setelah Yunani gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor internasional. Hal itu menyebabkan Athena semakin dekat dengan gagal bayar (default) utang dan bisa memaksanya keluar dari zona Eropa.

Mata uang Swiss dan Jepang, yang keduanya sering dijadikan aset aman selama masa ketidakpastian, menguat. Sementara USD terkoreksi dari posisi tertinggi tiga pekan terhadap sejumlah mata uang utama.

Euro jatuh ke level terendah satu bulan menjadi 1,0955/USD dari sekitar 1,1165/USD pada akhir pekan lalu.

"Ada sedikit profit taking. Risiko utama masih cukup kuat, dengan fokus pada Yunani," katanya, seperti dilansir dari Reuters, Senin (29/6/2015).

Terhadap Swiss franc, euro jatuh ke 1,0256, level terlemah sejak akhir April, dan terakhir di 1,0331/franc. Euro juga mengalami koreksi terendah satu bulan terhadap yen menjadi 133,80 dan berakhir di 135,33, turun sekitar 2,1%.

Adapun USD jatuh ke level terendah satu bulan terhadap yen menjadi 122,10. Sementara default Yunani bisa menempatkannya keluar dari zona Eropa, yang ditakutkan banyak investor bisa melemahkan seluruh mata uang.

Menteri Hina Jokowi

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan Kabinet Kerja Jokowi belum kompak. “(Ada) orang yang suka mengecilkan Presiden-nya dari belakang layar, tidak berterima kasih sudah diberi jabatan sebagai pembantu raja (Presiden),” kata Tjahjo dalam rilisnya Jakarta, Minggu (28/6).

Tjahjo mengaku mengantongi nama siapa saja menteri yang bertentangan dengan Presiden Joko Widodo. Namun dia enggan menyebutkan lebih lanjut nama-nama tersebut.

Dia memperingatkan kepada para menteri Kabinet Kerja untuk menanggalkan kemasan partai dan golongan profesional mereka, untuk fokus pada program kerja Pemerintah sesuai bidang masing-masing.

“Pembantu Presiden (menteri, red.) itu satu, artinya sudah tidak ada lagi sekat dari partainya. Semua itu kan pembantu Presiden, sesuai dengan bidangnya masing-masing,” katanya.

Tjahjo mengatakan bahwa Presiden telah menginstruksikan semua menterinya untuk fokus bekerja dalam menjalankan pemerintahan.

Oleh karena itu, dia meminta kepada para menteri untuk tidak membuat pernyataan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden kepada media.

“Beliau (Presiden Joko Widodo) sudah menginstruksikan kepada para menteri untuk fokus kerja. Saya juga mengajak para menteri untuk jangan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Presiden,” katanya.[snw]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA