22 January 2020

JK Ngeluh Ekonomi Memble. Rizal Ramli: Kok JK Kecewa?

KONFRONTASI- Ekonom senior DR Rizal Ramli mempertanyakan kekecewaan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) atas kinerja memble para menteri ekonomi. JK kecewa lantaran ekonomi 2017 tak sesuai harapan. Target pertumbuhan sebesar 5,2 persen tidak tercapai.

"Lho, bukannya yang usulkan dan pilih menteri ekonomi situ, kok kuciwa? kata Rizal melalui pesan singkat kepada redaksi, Jumat (29/12).

Dua hari lalu (Rabu, 27/12), JK mengumpulkan para menteri ekonomi di rumah dinasnya. Berbagai masalah perekonomian nasional serta antisipasinya di tahun depan menjadi pokok bahasan dalam pertemuan tersebut. JK mengakui pertumbuhan ekonomi 2017 tak sesuai harapan.

Hadir dalam pertemuan di rumah dinas Wapres JK di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, itu Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tak hadir digantikan oleh Wamenkeu Mardiasmo. Ada pun JK didampingi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohammad Oemar dan Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi serta Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto.

Dalam rapat itu, JK mengungkapkan kekecewaannya terhadap capaian ekonomi yang dinilai memble. “Jadi itu antara lain, mengapa pertumbuhan kita tidak bisa mencapai seperti apa yang diharapkan,” kata JK.

Apa yang disampaikan JK ini sebenarnya bukan kabar baru. Bank Indonesia sebelumnya juga sudah memprediksi hal yang sama. Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi 2017 hanya akan mencapai 5,17 persen.

Ekonom dari Indef, Bhima Yudhistira menyampaikan hal serupa. Bahkan, kata dia, tanda-tanda ekonomi tak sesuai harapan ini sudah tampak pada laporan keuangan kuartal ketiga. Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi di bawah 5,1 persen. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi 2017 mentok di angka 5,05 persen.
Di banyak kesempatan Rizal Ramli mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa digenjot hingga 6,5 persen. Ada sejumlah terobosan yang ditawarkan RR, demikian Rizal Ramli disapa, untuk memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen salah satunya dengan memperlonggar anggaran atau belanja pemerintah (baca: klik disini).[dem]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...