Jelang Ramadhan, Rengginang Banyuwangi Laris Diburu Konsumen

Konfrontasi - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pengusaha olahan makanan kering Rengginang di Banyuwangi ramai pesanan. Hal tersebut terlihat dari kesibukan rumah produksi Rengginang Banyuwangi Yu Nab yang berada di Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Zaenab, pemilik dari Rengginang Yu Nab, menjelaskan, ia memproduksi makanan kering berbahan baku beras ketan ini setiap hari. Selain karena ada pesanan, juga untuk stok lebaran Idul Fitri nanti.

"Sehari kami produksi rata-rata 10 kilogram ketan, biasanya hanya 5 kilogram saja. Seminggu ini memang meningkat banyak yang nyetok untuk persiapan lebaran," ungkap Zaenab, Minggu (31/3/2019).

Menurutnya, momen tertentu seperti puasa Ramadhan seringkali permintaan produksi Rengginang meningkat. Karena biasanya jajanan tradisional ini disuguhkan sebagai hidangan tamu lebaran.

"Alhamdulillah berkah bagi kami, kami bersyukur," terangnya.

Zaenab mengaku Rengginang yang ia jual tersebut mempunyai empat varian rasa, yakni rasa bawang, udang, terasi dan manis.

"Rasa manis ini merupakan varian baru. Kami coba buat karena ada permintaan dari pasar," ujarnya.

Sementara untuk harga jual sendiri, Rengginang Yu Nab terbilang ekonomis. Per kilogram dibanderol dengan harga Rp 30 ribu saja.

Seperti diketahui Rengginang  Yu Nab cukup legendaris di Banyuwangi karena sudah ada sejak tahun 1968. Selalu konsisten menjaga kualitas rasa dan kehigienisan dalam produksinya membuat banyak pelanggan yang rela antre menunggu meski stok barang belum tersedia.

"Ini jajanan lama namun kami kembangkan kembali, akhirnya seperti baru. Selain datang langsung ke rumah, pelanggan kami juga pesan lewat online," terang Zaenab.

Selama ini, kata Zaenab, kendala yang sering ia dihadapi adalah musim penghujan. Sebab kalau hujan sudah mengguyur dirinya tidak bisa produksi lantaran Rengginang mengandalkan sinar matahari saja. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA