Harga Gabah di Temanggung Turun

Konfrontasi - Harga gabah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, turun dalam dua pekan terakhir saat memasuki masa panen padi di daerah tersebut.

Berdasarkan pantauan di beberapa tempat penggilingan padi di Temanggung, Selasa (31/3), harga gabah kering giling yang semula mencapai Rp5.000 per kilogram kini turun menjadi Rp4.500 per kilogram Penurunan harga gabah tersebut berpengaruh terhadap harga beras jenis medium yang sebelumnya Rp10.500 per kilogram turun menjadi Rp9.000 per kilogram dan beras kualitas super semula Rp12.500 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram.

Pengelola usaha penggilingan padi di Jalan Perintis Kemerdekaan Temanggung, Fatimah mengatakan harga gabah yang cenderung turun ini membuat petani dan pedagang menahan gabah dan beras untuk tidak dijual, menunggu harga stabil.

Ia khawatir jika harga beras dan gabah tiba-tiba anjlok sehingga dia memilih menyimpan gabah yang dimilikinya, karena gabah yang ada di gudangnya dibeli saat harga masih tinggi sekitar sebulan lalu.

"Penurunan harga ini membuat kami panik. Kami khawatir kalau tiba-tiba harga turun drastis, nanti kami akan rugi besar karena kami membelinya saat harga gabah masih tinggi waktu itu. Apalagi di pasar tidak semua pedagang membeli beras pada kami. Mereka masih menghabiskan stok yang lama," katanya.

Menurut dia dirinya memilih menjual sebagian berasnya secara eceran pada pembeli yang bersedia membayar dengan harga yang ditetapkannya, yakni Rp 9.000 per kilogram untuk beras kualitas medium dan Rp10.000 untuk beras dengan kualitas super.

Ia mengatakan jika beras dijual dengan harga lebih rendah dalam partai besar maka uang yang didapat tidak mampu menutup modal yang sudah dikeluarkan atau menderita kerugian.

"Kalau pembeli mau harga tersebut maka saya jual. Kalau tidak mau lebih baik saya simpan dulu, menunggu kepastian harga. Itu pun saya jual eceran dengan 20-25 kilogram. Nanti kalau harga sudah jelas, baru berani menjual beras partai besar," ujar Fatimah.

Pengelola penggilingan padi yang lain, Muntamimah mengatakan masih menunggu harga stabil baru berani menjual berasnya. Di gudangnya tersimpan sekitar dua ton gabah dari daerah Magelang, dan 2 kuintal gabah lokal Temanggung.

"Saya menunggu harga stabil dulu baru mulai jual lagi. Sekarang belum jelas. Belum tahu sampai kapan, harganya turun terus. Penurunannya juga belum tahu akan sampai harga berapa," katanya.(rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA