21 September 2019

Ekonomi Stagnan di Lebaran 2019

KONFRONTASI-Perayaan Lebaran pada tahun ini, diprediksi tidak bakal terlalu banyak berpengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Lantaran banyak faktor pengganjalnya.

"Untuk prediksi lebaran tentunya pertumbuhan ekonomi pasti kita berkaca pada pertumbuhan ekonomi sebelumnya di kuartal 1, pertumbuhan ekonominya 5,07% sementara target pemerintah 5,3% jadi menurut kami itu belum dicapai karen beberapa faktor," kata Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, PhD, dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Salah satu faktornya kata dia adalah kontribusi di sektor pertanian kemudian pengolahan dan konstruksi serta transportasi yang boleh di bilang pertumbuhannya stagnan.

Untungnya kata Esther, kondisi ekonomi jelang lebaran tertolong dengan adanya pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13.

"Soal bagaimana prediksinya, menjelang lebaran kan pasti ada THR dimana pemerintah akan mencairkan THR Rp40 triliun dimana Rp19 triliun untuk THR dan gaji ke-13 hingga totalnya Rp40 triliun dan akan kedongkrak pertumbuhan ekonomi tapi tidak lebih dari 5,2%.

"Kenapa saya bilang akan melonjak, karena konsumen kalau dapat THR biasanya akan belanja barang," tambahnya.

Sementara dari sisi produsen, lanjut dia permintaan akan daging dan kebutuhan lain jelang lebaran akan meningkat seperti telur ayam, lalu holtikultura cabai, bawang merah, dan bawang putih juga akan meningkat artinya produsen juga diuntungkan, karena meningkatnya permintaan.

Tapi lagi-lagi kata dia tak begitu mampu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada lebaran kali ini. "Dari sisi pertumbuhan ekonomi akan cenderunbg lebih menurun dari lebaran kemarin karena perang dagang AS-China dan adanya keriuhan politik di domestik," ucapnya.[mr/inialh]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...