7 December 2019

Data Bloomberg: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 14 Agustus 2019

KONFRONTASI - Nilai tukar rupiah berhasil rebound dari pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka terapresiasi tajam 90 poin atau 0,63 persen di level Rp14.235 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (13/4/2019), nilai tukar rupiah berakhir melemah 75 poin atau 0,53 persen di level Rp14.325 per dolar AS akibat tertekan penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup menguat 0,44 persen atau 0,432 poin di level 97,812 pada Selasa.

Meski demikian, pergerakan indeks dolar kemudian berbalik ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/8), dan terkoreksi 0,076 poin atau 0,08 persen ke level 97,736 pada pukul 08.01 WIB.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

 

 
08:17 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Terapresiasi Tajam 90 Poin

Pergerakan rupiah kemungkinan masih akan melemah pada perdagangan Rabu (13/8/2019) dengan bergerak di kisaran level Rp14.260 per dolar AS hingga Rp14.340 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa masih tingginya minat investor terhadap aset investasi aman menjadi salah satu penyebab rupiah sebagai aset berisiko tidak diminati oleh investor.

“Ketidakpastian hubungan dagang AS dan China masih menjadi faktor yang mendorong minat investor untuk mengoleksi emas. Beberapa analis memperkirakan jika perang dagang AS-China terus tereskalasi bisa menyebabkan perekonomian global jatuh kepada resesi,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (13/8/2019).

Keresahan politik di Hong Kong juga menambahkan kekhawatiran pasar bahwa akan terdapat banyak dana asing yang keluar dari China sehingga akan berpengaruh terhadap perekonomian China.

Anjloknya peso Argentina pasca-pemilihan pendahuluan yang menempatkan calon oposisi, Alberto Fernandez, memiliki suara lebih dominan dibandingkan dengan Mauricio Macri juga menjadi sentimen negatif bagi pasar aset berisiko.

Di sisi lain, Bank Indonesia kembali memantau keadaan pasar dengan cara melakukan intervensi dalam pasar obligasi dan valas melalui transaksi DNDF yang bertujuan demi membendung penghindaran risiko dari gejolak politik di beberapa negara.

Rupiah masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Selasa (13/8/2019) dan ditutup menjadi yang terlemah kedua di antara kelompok mata uang Asia lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.325 per dolar AS, melemah 0,524% atau 75 poin. Mata uang Garuda menjadi yang mata uang dengan kinerja terlemah kedua setelah rupee yang melemah 0,658%.(jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...