Cabut Subsidi dan Lempar Harga BBM ke Pasaran Dianggap Keberhasilan

KONFRONTASI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memuji kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam memperbaiki kebijakan di sektor perekonomian Indonesia. Pasalnya, pemerintah berani menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat anggaran negara menjadi lebih sehat.

"Dalam periode yang masih singkat ini kita sudah lakukan banyak hal dalam sektor perekonomian, bahkan belum sampai 100 hari, kita sudah komitmen untuk perbaiki kondisi fiskal dan anggaran negara kita," tutur Sofyan di Jakarta, Jumat (16/1/2015) malam.

Sofyan mengatakan, hingga saat ini harga BBM tidak lagi disubsidi oleh pemerintah dan pemerintah melepas harga tersebut ke pasaran. Akan tetapi, BBM jenis solar yang disubsidi sebesar Rp1.000 per liter telah memperbesar ruang fiskal Pemerintah menjadi sebesar Rp230 triliun.

"Ada ruang fiskal yang cukup besar. Ada dana besar yang kita pakai untuk membangun infrastruktur di daerah-daerah," ujarnya.

Sofyan mengatakan, pemerintahan Jokowi dan JK telah berkomitmen untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan dalam sektor perekonomian nasional. Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh pelaku usaha di sektor manapun untuk membantu pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Semua sektor harus berpikir dan bekerja bersama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," tandasnya.[oke/ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA