16 December 2018

Bursa Asia Menanti Sinyal The Fed Mengakhiri Era Pengetatan Moneter

KONFRONTASI -  Bursa Asia nyaris tak bergerak pada perdagangan pagi ini, Rabu (26/9). Bursa saham kehilangan daya tarik jelang pengumuman bunga Federal Reserve dan imbal hasil obligasi AS tengah melejit mendekati level tertinggi tujuh tahun. 

MSCI Asia Pasifik di luar Jepang hampir flat. Sementara Indeks Nikkei di Jepang turun 0,4%. Hari ini, bursa Korea Selatan masih libur. 

Pasar salah satunya akan menaruh perhatian pada keputusan The Fed nanti malam, yang diperkirakan akan menaikkan bunganya. 

"Fokusnya apakah The Fed akan mengindikasikan era pengetatan ekonomi. Sudah ada sinyal bahwa tingginya bunga AS mulai mengganggu ekonomi AS, seperti dari kenaikan kredit macet. Sementara meredanya penguatan dollar AS bisa jadi sinyal awal The Fed mengakhiri siklus pengetatan moneternya," kata Akira Takei, bond fund manager di Asset Management One, Tokyo.

Tadi malam, bursa Amerika Serikat bergerak mix. Grup saham minyak didorong kenaikan harga minyak yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Begitu juga saham-saham diskresi konsumer yang ditopang oleh tingginya Indeks Kepercayaan Konsumer AS. 

Kepercayaan kosumen AS menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan terakhir, yang menunjukkan perhatian konsumen pada momentum ekonomi AS yang kuat, ketimbang mengkhawatirkan soal perang dagang AS dan negara-negara mitra dagang. 

Indeks Dow Jones tadi malam ditutup turun 0,26 dan Indeks S&P kehilangan 0,13%. Sementara, Indeks Nasdaq bertambah 0,18%. 

Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun AS naik menjadi 3,113%, medekati level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. (Juft/Kontan)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...