20 August 2019

Bank Mandiri Bantah Isu Serangan Siber dan Kebangkrutan

KONFRONTASI -  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membantah isu terkait serangan siber dan akan mengalami kebangkrutan.
 
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut, dan bakal diambil alih oleh Tiongkok adalah tidak benar.
 
"Tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta Pemerintah Republik Indonesia," kata Rohan, kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.Bank Mandiri, lanjut Rohan, merupakan bank milik pemerintah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian di Bank Mandiri tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut.
 
"Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah," ungkapnya.
 
Rohan mengemukakan Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong Karena dapat melanggar UU ITE.
 
Sebelumnya, beredar kabar soal kerugian Bank Mandiri akibat serangan siber yang mencapai Rp9 triliun.(jft/medcom.id)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...