2015, Lebak Targetkan Produksi Gabah Capai 540 Ribu Ton

KONFRONTASI-Produksi gabah kering pungut di Kabupaten Lebak, Banten, ditargetkan mencapai 540.000 ton pada 2015 guna mendukung program kedaulatan pangan nasional.

"Kami akan bekerja keras untuk mengoptimalkan intensifikasi tanaman pangan juga perbaikan sarana dan prasarana pertanian untuk menggenjot produksi gabah," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Minggu.

Ia mengatakan selama ini produksi pangan di Kabupaten Lebak relatif bagus karena tahun ke tahun terus meningkat.

Mereka petani sebagian besar sudah menerapkan teknologi pertanian, seperti pemakaian pupuk yang berimbang, jejar legowo dan menggunakan benih varietas unggul.

Namun, pihaknya kini petani Kabupaten Lebak optimal karena setahun hanya dua kali musim tanam.

Pemerintah Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla akan mengalokasikan dana cukup besar untuk program kedaulatan pangan nasional.

Karena itu, pihaknya mempriritaskan pembangunan dan perbaikan sarana irigasi sehingga petani bsia tanam setahun tiga kali tanam.

"Kami yakin jika petani musim tanam tiga kali dipastikan produksi gabah meningkat," katanya.

Menurut dia, produksi gabah kering pungut (GKP) tahun 2015 Kabupaten Lebak ditargetkan sebanyak 540.000 ton, padahal sebelumnya hanya 480.000 ton.

Meningkatnya target produksi itu guna mendukung program kedaulatan pangan sehingga diharapkan terealisasi swasembada beras.

"Kami yakin produksi gabah di Lebak bisa melebihi target jika ditunjang dengan perbaikan dan pembangunan sarana irigasi itu," ujarnya.

Dede mengaku bahwa dirinya terbantu dengan adanya bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pertanian pangan.

Bantuan bidang pertanian tersebut di antaranya rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi desa, bantuan sarana pertanian, benih unggul, dan pompanisasi.

Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi pedesaan (Jides).

Penyelenggaraan sekolah lapang pengelolaan terpadu (SLPT) bagi petani untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Begitu pula pengembangan penerapan teknologi pertanian, diantaranya penggunaan pupuk berimbang, penanaman jejar legowo serta peningkatan mutu intensifikasi.

Pemerintah juga menggulirkan program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) untuk gabungan kelompok tani (gapoktan).

"Kami berharap bantuan itu dapat mendongkrak produktivitas pangan nasional," katanya.[mr/skala]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA