12 November 2019

Tuhan sangat Demokratis

Oleh: Supriyanto Helmi Tanjung

 

Socrates sedih karena negeri yang dicintainya karut marut tak terkendali. Wajahnya semakin kusut dan jenggotnya tidak terawat lagi apalagi saat melihat wanita-wanita bunting dan tua antre di depan ATM sebuah bank yang bangkrut dilanda krisis ekonomi. Muridnya Plato menemani dengan setia dengan ide-ide cintanya, lalu Aistoteles memberinya sapu tangan merah jambu untuk mengusap air matanya yang mulai beku

 

Tuhan sendiri membiarkannya bernalar karena Tuhan memang sangat demokratis. Tuhan ingin menguji kehebatan Nabi demokrasi ini dalam mengatasi masalah kemanusiaan. Mereka dibiarkan berpikir dan biarkan mereka berpikir

 

Ia lalu memanggil Mao untuk diskusi ekonomi. Mao sendiri menjauh pergi karena laporan Hang Seng, harga saham selalu terjun melulu. Infalsi China diprediksi susah terkendali. Ancaman bisa lebih serius lagi

 

Mao lalu memanggil saudara kembarnya Adam Smith dengan teori prinsip ekonomi yang sudah basi. Lalu diajaklah bersama membaca Kitab Suci mereka, “Das Kapital”. Mereka garuk-garuk kepala karena semua teori yang diterapkan gagal dalam mencitpa kesejahteraan

 

Shakespeare disuruhnya menenangnkan dengan kisah-kisah fiksi yang menginspirasi. Shakes malah lari dengan beragumen, “ Apa arti namaku?” . shakes disuruh memanggil Rousseau agar dijelaskan letak amburadulnya ekonomi, siapa tahu tentang amburadulnya sistem negeri karena banyak korupsi. Mereka jadi ingat Castro. Lalu dijambaknya jenggot lebatnya disuruh presentasi kondisi Cuba. Data- data malah menyesakkan dada mereka

 

Mereka ahirnya saling berpandangan. Mereka tak percaya bahwa demokrasi, komunisme, dan kapitalisme suatu saat akan mengalami sakaratul maut juga

 

Tuhan membiarkan berpikir dan biarlah mereka berpikir!

------------------------------------------
Profil Supriyanto Helmi Tanjung
------------------------------------------
Supriyanto Helmy Tanjung, lahir di Lamongan, Jawa timur 09 September 1966. Telah menulis beberapa buku antologi puisi, di antaranya : Sajadah mawar, Sajadah embun, untuk jantung perempuan, 67 tahun di karet, Perempuan di Era Digital, Cinta, Kerja, dan Debu
dan sebuah novel berjudul Origami Cinta. Pendidikan terakhir S2, Magister Psikologi, Untag Surabaya (2009), dan S2 Magister Bhs dan Sastra Indonesia Unitomo Surabaya (2011).
Supriyanto HT kini beralamat : Cuping, Rt 07, Rw 01, Madulegi, Sukodadi, Lamongan
No Hp : 085852141135
Alamat Email : helmytanjung66@gmail.com

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...