18 November 2018

Puisi Ibu : Mukti Sutarman Espe

Rindu Ibu

merindu ibu
tak berhabis waktu
satu lalu
hadir lagi beribu

seperti air kali rinduku
deras mengalir
dan ibu setia menunggu
sebagai hilir

apa pun yang kubawa
ibu menerima
keluh keruh
resah sampah
bimbang kiambang
kufur lelumpur

ibu menerima semua
dan menyimpannya
menjadi kedalaman air mata
menjadi pijar kilau segala doa

merindu ibu
tak berhabis habis
seperti zikir kalbu
puisi tak pernah lamis

ibu!!!

2015

 

Melulu Ibu
 
mencari ayah
di seluruh halaman bukuku
yang ketemu melulu ibu
menyisip di antara kalimat biasa
menyirat di balik paragraf sederhana

melulu ibu
kadang berupa seikat hikayat
sepatah kisah indah
tak sudah-sudah

kadang berupa sebait sajak gamang
tentang hidup rumpang
yang tak dibaca orang
apalagi dikenang-kenang

lalu di halaman berapa ayah berada
kucari-cari
dari sekapur sirih hingga daftar pustaka
tak ada
dari daftar isi hingga indek kata
tak ada

ayah meniada
hilang
menjelma sebagaimana jeda
lesap di antara klausa
sekalipun berasa
tak pernah terbaca

padahal ayahlah semata
yang menjadikan ibu sebagai wanita
sempurna
sebagai sebenar-benar perempuan
yang mekahirkan

yang melahirkan!

2015.

_____________________________________________________________

Mukti Sutarman Espe, Penyair Senior Saat ini Tinggal dan Berkarya di Kudus (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...