Puisi Apocalypso 25

 

Juftazani

 

Berbaring di bawah awan hitam corona
Malaikat Izrail mempreteli nyawa-nyawa
Saat itu ruh yang sekarat menyesal
Api kehidupan pun padam
Corona telah menyelesaikan satu episode
Apocalypso mulai pandemi dan menggerogoti
Manusia yang selalu berakrobatik bersimulakrum
Untuk sebuah kehidupan

 

Api keriuhan ciut
Detak jantung bertumbangan
Kota-kota yang ditimbun manusia ingin menyelamatkan wajahnya
Redup dan tak memperlihatkan nafasnya
Tangan-tangan kotor mulai menuai badai
Menghindari tangan-tangan maut corona
Membersihkannya dengan sabun
Bukan sabun yang menghindari dari kematian
Catatan gaib dari langit yang telah menetapkan sejumlah nama
Untuk pergi selamanya
Tidur dalam potongan waktu
Tak terdeteksi suara nafas duniamu

 

Bawalah semua kebodohan bersama kerangka jiwamu
Suara-suara mendesirkan kemunduran waktu
Sudah pastilah Apocalypso akan merenggutmu
Secara paksa atau dengan keramahan cinta

 

 

Jabodetabek, 10 April 2020

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA