Puisi Apocalypso 20

 

INDONESIA

 

 

Juftazani

 

 

Dataran Nusantara!
Bagai jembatan terpanjang di dunia
Di mana beta membakar ikan dan ganggang
Antara laut, daratan
Antara petani bertanam dan nelayan melaut
Di sini tumbuh seni perang dan perdamaian

 

Jika Apocalypso datang ke sini
Beta sambut dengan sukaria
Beta tak takut
Beta tiada khawatir

Belitan darat, laut dan hutan
Terbentang di gugusan
Pulau-pulau yang selalu tenang
Menggeliat juang pahlawan
Jadi nyanyian abadi nan menawan
Beta pertahankan setiap jengkal tanah keramat warisan
Pusaka yang dihadiahkan Tuhan untuk beta dan bangsa
Yang cinta kedamaian
Udep saree matee syahid, sikrek gaphan saboh keureunda (1
Ulama berselempang darah
Berpedang Lailaaha illallah Membuat para pejuang
dan prajurit setiap bagian negeri
Berani pertaruhkan nyawa
Lawan semua bentuk penindasan dan penjajahan

 

Beta gotong keranda beribu pahlawan
Gugur berkalung darah
Syahid berselendang airmata
Betapa pedihnya perjuangan, tapi harus beta sambut
Jangan lewatkan
Beta siap merdeka
Beta siap mati!
Sebelum semuanya tinggal kenangan

Bung, mari kembali ke rawa-rawa gerilya
Sebelum terlambat, beta tak ingin lagi dijajah
Lautan kemiskinan, kebodohan kesenjangan kaya miskin
Bagai puncak gunung Tambora dan dasar laut Arafura
Menggenangi tanah dan laut Nusantara
O, penerus pergolakan negeri yang cinta damai
Bersediakah mengorbankan jiwa dan raga
Sepanjang aku berjalan dari Sabang sampai Merauke
Kurasakan kedamaian yang tiada terkira, syukur aku persembahkan
Tapi detik-detik ini “kito rang samua” seakan diusik
Betapa tak tampar siapa yang berani cari gegara
Ujung tennungi mulao; iyyapa natabbukka idipa taddewe (2

 

Kedamaian ini tak kau jumpai di tanah lain di dunia
Aku dibesarkan di tengah bangsa yang cinta damai
Tapi tak menghindar jika datang pergolakan
Samua kito rang siap bajuang!

---------------------

1). hidup damai atau mati syahid, secarik kain kafan satu keranda (Bahasa Aceh)
2).Kehormatanku adalah kehormatanmu pastilah aku jaga dan aku akan kembali keharibaanmu (Bahasa Bugis)

Jabodetabek, 30 Maret 2020

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA