Puisi Apocalypso 19

Dunia Terbakar

 

Juftazani

 

Inikah musim Apocalypso yang terakhir?
Saat kutelusuri dunia terbakar
Para Pemabuk mengamuk
Mencabut nyawa puluhan ribu manusia
Dan dikirim ke liang apocalypso untuk diam tak bergerak selamanya
Selamat tinggal 7,7 milyar penduduk bumi
Siapa kuat akan hidup
Siapa lemah pasti musnah

 

Tak mungkin Apocalypso akan berakhir
Di saat kabut asap pekat membakar panas tenggorokan
Sungai-sungai paru penuh sesak
Pohon-pohon tumbang di tengah kota
Saat menikmati langkah demi langkah lalu sempoyongan
O, mengenaskan!

 

Aku mendengar jeritan kematian di tengah kebakaran menggila
Manusia putus asa di balik daun-daun batuk kering yang terus terpanggang
Ranting-ranting demam yang jatuh dimakan api
Dahan infeksi pernapasan berat
Mengejek mereka yang kalah dan mati
Penduduk bumi bagai pohon-pohon di hutan
Satu demi satu dijilat api di musim kemarau panjang
Api corona terus membesar
Aroma udara bercampur panas virus makin menakutkan
Orang-orang berlari mencari masker yang menghilang
Dimana masker yang sangat diperlukan itu ditimbun?

 

Kusaksikan wajah-wajah menghitam dan sempoyongan di jalanan
Jatuh
Tumbang
Dan terkapar
7,7 milyar manusia menggigil di tengah bumi yang  muspra
Selamat tinggal dunia
Corona adalah Apocalypso yang terus menjewer manusia!

 

Jabodetabek, 27 Maret 2020

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA