Puisi Apocalypso 12

Juftazani

 

Matahari membara membolik-balikkan bola matamu
Zaman pun menggelora dengan suka-duka manusia
Tersungkur di altar peradaban yang penuh luka
Matamu mengembara dengan kejahatan-kejahatan yang menggemertakkan api neraka
Dengan dengung tetabuhan yang sangat marah
Dengan kedua sayapnya terbang mengentup siapa saja
Berani menggangu kedamaian mereka
Terbakarlah zaman yang tenang dan riang
Dalam kelembutan surga masyarakat yang cinta kedamaian dan cahaya keabadian

 

Hei, Kau mau saja mengikuti langkah-langkah Iblis
Yang terbongkar kepalanya yang berjiwa geram
Bertaburan segala isinya dan sungguh itu makhluk paling celaka di semesta alam
Otaknya berceceran, tapi dia terus tertawa dan makin tenggelam
Ususnya terburai dan penuh luka disiram air garam
Tapi dia hanya tersenyum dan tiada berduka atas nama kalam
Bagaimana mungkin hidup seperti pembunuh terus menikam
Bisa meraih bahagia dan penuh kerendahan hati yang dalam?

 

Ya Iblis semakin membuat matahari terus melontarkan lidah api radiasi
Iblis kian membarakan api nafsu keserakahan yang terus berlari
Yang terpendam jauh di dalam ruang tanah dirimu yang rendah dan hina sekali
Ia tak melompat melampaui ruang-ruang tanah
Dan mikraj melewati lompatan quantum
Tempat segala lutut dan kening bersimpuh dan bersujud dengan wajah penuh kulum

 

Matahari menggemeretak menyampaikan pesan-pesan Tuhan
Agar setiap manusia mengingat nasibnya
Di saat badai kiamat membolik-balikkan bola mata anak manusia
Penguasa pun semakin membara dengan pesta pora kekuasaan
Yang tak mengenal dimana tempat akhir hayat melarungkan perahu ruhnya
Yang tersungkur di altar peradaban yang penuh dusta
Matamu membara dengan kejahatan-kejahatan yang menggemertakkan api neraka
Dengan jeritan setiap manusia yang disiksa di dalam kuburnya
Tapi tak seorang manusia di atas dunia mendengarnya
Berani manusia meninggalkan Tuhan yang menyebarkan kedamaian
Ke relung-relung jiwa mereka
Terbakarlah zaman yang lindap , teduh dan bahagia
Jadi bencana besar, sangat mengerikan dan penuh kematian

 

Jabodetabek, 21 Februari 2020

-------------------------------

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA