17 February 2020

Potret Agus yang Kritis dan Tajam Menatap Ketimpangan, Tapi Masih Anak Bawang

Juftazani

 

Banyak kisah bila kita mau mendengar Agus bercerita
Tentang masa kini, terutama masa lalu
Tentang kecompang-campingan negeri ini
Ibarat nenek-nenek tua, berpakaian tambal sulam
Ia bahagia kwkwkwkwkwk….

 

Ada puskesmas, gedungnya tak pernah berubah
Dari saya lahir sampai mau kuliah
Praktik bidan di puskesmas itu beralih ke rumahnya
Karena memang setiap tahun mampu dia renovasi
Hingga rumahnya lebih layak dari puskesmas
Entah dia dapat dari mana biayanya

 

Inilah kisah bagaimana kritisnya Agus Lenon di awal hidupnya
Saat usia Agus diperkirakan baru menginjak lima tahun atau tujuh
Tapi pikiran kritisnya demikian tak dapat dibendung
Sulit mencari anak sekecil itu mampu mengkritisi kondisi negeri
Di Situbondo waktu itu sangat terpencil
Jauh dari Jakarta

 

Bagaimana hiruk-pikuknya Indonesia
Di awal negeri ini dipegang oleh Soeharto
Jenderal besar Orde Baru yang selalu dipandang sinis dan kritis
Lelaki kecil yang biasanya masih lugu dan terbata-bata
Mengenal lingkungannya apalagi menatap ketimpangan sosial di negerinya
Penuh kecurangan dan maling-maling bergentayangan

 

Diiperkirakan itu antara 1967 sampai 1970
Di masa-masa Agus masih jadi anak bawang
Dalam permainan ala anak-anak kampung
Untuk menunjuk kepada yang masih terlalu kecil untuk diperhitungkan

 

Namun ia telah membela orang-orang terpinggirkan
Tokoh pembela nelayan dan orang-orang tercampakkan ini
Senyap dari berita dan sorotan

 

Jabodetabek , 17 Januari 2020

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...