17 December 2018

Perjalanan Balik Api Malari 2014 -1974 (12

Di era reformasi,

Kami tak gentar walau mati seribu kali

---------------------------------------------------------

Juftazani

 

 

Deru-deru kekuasaan yang kini semakin memperlihatkan tajinya

Seperti 40 tahun lalu, tatkala cuaca normal dan orang-orang bermimpi untuk hari esok

Tiba-tiba hujan, badai dan prahara melingkar leher Indonesia

Saat-saat tidak jelas, siapa lawan siapa kawan

 

 

 

Dengarkah suara genderang bertalu, saudara-saudara

Seperti serangan Belanda ke benteng Bonjol dan mengepung

Seluruh pasukan Tuanku di Bonjol dan Letnan Kolonel Bauer

Mematahkan Tuanku Imam Bonjol dengan tipu muslihat yang sangat busuk

Biarkan hati bersuara

Kita akan melakukan gerakan perlawanan

Berselempang semangat yang tak tembus peluru

Biar mereka tahu, apa artinya menjadi rakyat Indonesia

Yang selalu dikadali dan ditipu kuasa-kuasa besar yang rakus dan licik

 

 

 

Kami aktifis tak bergenderang tak berpalu

Semangat hidup kami adalah lautan membentang luas

Kami selalu ada dan mengada

Dan senantiasa tegak dan tegar walau menenggang kepergian Teuku Umar

Yang menggetarkan kaphe-kaphe Belanda

Hingga Belanda berkata: Kami selalu ketinggalan informasi

Dengan Gerak “Liar” Teuku Umar

Yang membuat kas Negara Belanda “HABIS TANDAS”

 

 

Kami aktifis tak bergenderang tak berpalu

Di era reformasi, bila kalian ingin melucuti nyawa kami

Kami tak gentar, walau mati seribu kali

Bagi kami, anak cucu kami jangan sampai dijajah dan

Diperlakukan sebagai budak bangsa asing kembali

Yang selalu menjanjikan emas

Ternyata penjajah itu hanya menyerahkan kertas

Yang menerakan perjanjian bahwa kami akan dirampok dan diperas!

 

26 September 2018

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...