1 April 2020

Mohon Perhatian Presiden Jokowi dan Menteri Pendidikan Tinggi: Mahasiswa RI studi MA/PhD di Rusia Menanti Beasiswa

MOSKOW- Para mahasiswa Pasca Sarjana dari Indonesia (RI) di Rusia yang terus kedinginan winter, menanti Beasiswa  Kemendikbud atau LPDP secepatnya sebab sudah sekian lama hingga musim dingin dua bulan ini, belum ada beasiswa untuk biaya hidup sekitar 250-300 dolar AS per bulan, belum termasuk biaya riset, dari kemendikbud atau LPDP kemenkeu. Sedikitnya puluhan mahasiswa RI lulusan UNPAD, UGM, UI dll menanti bea siswa living allowance dari kemendikbud atau LPDP Kemenkeu bagi program MA/PhD, terutama untuk ''biaya hidup  dan riset'' mereka. ''Kami menanti dan mengharap pertolongan Bapak Presiden Jokowi dan Menteri Terkait agar ada beasiswa ''biaya hidup'' dan ''biaya riset'', untuk studi MA  dan PhD kami di Rusia,  sebab ada banyak anak bangsa RI di Rusia yang menanti beasiswa itu,'' kata Yanuar Adiwijaya dan Ridwan Hermawan,  keduanya lulusan S-1  FIB Universitas Padjadjaran yang studi pasca sarjana di Voronezh University  Rusia kepada redaksi Konfrontasi melalui kawat elektronik. Yanuar dan Ridwan adalah anak bangsa yang direkomendasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama Anggie Soekarno dan  rekan-rekan lainnya.

Sejak era  Presiden Megawati Soekarnoputri memimpin NKRI, kerjasama dengan Moskow Rusia dibuka secara lebih memadai dengan pertukaran mahasiswa dan perwira. Presiden Jokowi berjanji meneruskan kerjasama RI-Rusia ini.

Terpisah, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Internasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ananto Kusuma Seta menyebutkan ada kelebihan tertentu yang didapatkan mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia, salah satunya bisa belajar menjadi masyarakat dunia.

Ananto mengatakan, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di universitas-universitas Rusia bukan hanya orang Rusia, melainkan juga mahasiswa dari seluruh dunia.

“Bisa jadi di kelas Anda akan duduk bersebelahan dengan orang dari Tiongkok, Eropa Barat, Timur Tengah, Jepang, Korea Selatan, dan dari belahan dunia lainnya. Ini penting, karena menjadi momen bagi Anda untuk belajar saling menghargai berbagai kebudayaan dari negara yang berbeda,” ujar Ananto, seperti dilansir laman RBTH, Minggu (21/9/2014).

Selain itu, menurutnya, mahasiswa Indonesia di Rusia bisa memuaskan hasrat keingintahuan intelektual mereka, apa pun disiplin ilmu yang diambil, mulai fisika, kimia, geologi, ekonomi, kesehatan, kedokteran, hingga sains dan teknologi.

“Rusia adalah pemimpin di bidang sains dan teknologi dunia. Banyak orang hebat yang lahir di Rusia, bahkan bukan hanya di bidang ilmu pengetahuan, tapi di bidang musik pun banyak orang Rusia yang menjadi legenda,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia yang mewakili Kemendikbud juga berharap Pemerintah Rusia bisa bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia secara konsisten untuk mendukung program beasiswa ini.

Setiap tahun Pemerintah Rusia mengalokasikan sekira 50 beasiswa untuk warga negara Indonesia (WNI) yang ingin melanjutkan studi di Rusia, baik untuk program sarjana, master, maupun doktoral. Namun untuk tahun akademik 2014-2015, Pemerintah Rusia meningkatkan kuota beasiswa tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu hanya ada 60 pelajar Indonesia yang berangkat ke Rusia. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 125 orang. Tentu saja ini merupakan hal yang sangat menggembirakan,” ungkapnya.

Seluruh program perkuliahan di Rusia diselenggarakan dalam bahasa Rusia. Oleh karena itu, program kuliah di Rusia bagi mahasiswa asing akan berlangsung setahun lebih lama, karena di tahun pertama mereka harus mengikuti program persiapan bahasa Rusia. Sementara untuk program doktoral, Pemerintah Rusia hanya menerima orang yang sudah lancar berbahasa Rusia.

Rusia juga menerima WNI untuk pertukaran pelajar jangka pendek di universitas-universitas Rusia selama periode satu sampai enam bulan. Namun, salah satu syaratnya adalah pelamar program tersebut harus sudah fasih berbahasa Rusia. (fsl)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...