Melodi Pengakuan - Kumpulan Puisi Siska Septiani

MENGGEMA

Memulai dengan ketukkan.

Sebuah lagu yang sedang kuputar,

Membuat jantungku berdebar.

Jiwa resah karena kegelapan

Merekah dalam dekapan.

 

Jika saja tidak terlalu samar

Apa yang barusan kudengar,

Mungkin melodi itu bisa kuhafal

Dengan lembut, dengan benar.

 

Dengan beberapa tetes air hujan.

Tanpa terkecuali,

Tanpa henti,

Tanpa ada yang perduli.

 

Nada itu adalah lukisan dalam memori.


 

JANGAN PANIK

Dalam hujan aku tenggelam

Awan kusam tak membuatku padam

Angin kencang justru jadi menawan.

 

Kala itu....

Rintik-rintiknya menyatu dengan senyuman.

Tak ada niat untuk beranjak,

 

Tinggal lebih lama lebih asik

Lebih menarik.

Sambil mendengarkan nada nadi.

Bunyinya terdengar sedang menari.

 

Wahai para pemimpi.

Hiduplah !

Sebelum detak jantung berhenti.


 

TAK LAGI SAMA

Ketika itu,

Ketika semuanya.

Ketika senja tak terlihat.

 

Ketika awan cemberut.

Ketika pelangi bersedih.

Langitnya menghitam.

 

Bumi sedang sakit....

Wajahnya murung,

Kusam dan menangis,

 

Tak lagi stabil,

Tubuhnya sering menggigil,

Kucoba beri semangat,

 

Malah membabi-buta.

Cepat sembuh bumiku,

Aku rindu hijaumu.


 

PRASANGKA

Hanya secercik mimpi dalam batas-batas suci,

Cahayanya Redup,

Padam terbawa Angin,

Tak dapat menyinari dan tak bisa tersinari.

 

Sebuah Api dalam Kekurangan,

Tak akan pernah bisa membakar,

Hanya menghibahkan cahayanya,

Yang hamper terseok-seok malam.

 

Kenyataan yang dilihat mata,

Kadang tidak seperi kelihatannya.

Apa yang dirasakan,

Kadang salah pengertiannya.


 

MODE PESAWAT

Sebuah kisah dalam waktu singkat

Tanpa getar

Mati gaya.

 

Gaya  melumpuhkan.

Mati menyamarkan.

Untung saja tak terlihat si kacamata.

 

Sedikit saja salah langkah.

Bom itu.... meledak.!

Dan aku?

 

Aku akan mati tanpa gaya....

Oh menyedihkan,

Tapi menjijikan.

 

Tamansari, 14.45   19 Januari 2020

Banjarsari,Lebak-Banten

__________________________

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA