25 November 2017

Mahasiswa Indonesia di Rusia Minta Presiden Jokowi Beri Beasiswa kepada Mereka, seperti era SBY dan Megawati

KONFRONTASI- Para mahasiswa RI yang studi pasca sarjana di Rusia (S2 dan S3) meminta kepada Presiden Jokowi dan  kementerian riset dan pendidikan tinggi agar konsisten memberikan beasiswa LPDP kepada mereka, karena mereka belum terima beasiswa pemerintah RI, meski sudah studi di Rusia.

''Beasiswa,setidaknya untuk biaya hidup, amat dibutuhkan kami  di Rusia, apalagi udara amat dingin dan kami kesulitan biaya,'' kata M Yanwar yang studi ilmu sosial dan humaniora di Universitas Voronesh, Rusia, semalam. Dana LPDP adalah uang rakyat yang musti diberikan ke mahasiswa untuk studi.

Sejumlah mahasiswa Pasca Sarjana dari Indonesia (RI) di Rusia hingga saat ini masih ada yang menanti Beasiswa Kemendikbud atau LPDP agar dapat diturunkan secepatnya sebab sudah sekian lama hingga musim dingin dua bulan ini, belum ada beasiswa untuk biaya hidup sekitar 250-300 dolar AS per bulan, belum termasuk biaya riset, dari kemendikbud atau LPDP kemenkeu. Sejumlah mahasiswa tersebut membutuhkan beasiswa untuk ''biaya hidup  dan riset'' mereka.

''Kami menanti dan mengharap pertolongan Bapak Presiden Jokowi dan Menteri Terkait agar ada beasiswa ''biaya hidup'' dan ''biaya riset'', untuk studi MA  dan PhD kami di Rusia,  sebab ada banyak anak bangsa RI di Rusia yang menanti beasiswa itu,'' kata Yanuar Adiwijaya dan Ridwan Hermawan,  keduanya lulusan S-1  FIB Universitas Padjadjaran yang studi pasca sarjana di Voronezh University  Rusia kepada redaksi Konfrontasi melalui kawat elektronik. Yanuar dan Ridwan adalah anak bangsa yang direkomendasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama Anggie Soekarno dan  rekan-rekan lainnya.

Sejak era  Presiden Megawati Soekarnoputri memimpin NKRI, kerjasama dengan Moskow Rusia dibuka secara lebih memadai dengan pertukaran mahasiswa dan perwira. Presiden Jokowi berjanji meneruskan kerjasama RI-Rusia ini.

Terpisah, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Internasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ananto Kusuma Seta menyebutkan ada kelebihan tertentu yang didapatkan mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia, salah satunya bisa belajar menjadi masyarakat dunia. Ananto mengatakan, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di universitas-universitas Rusia bukan hanya orang Rusia, melainkan juga mahasiswa dari seluruh dunia. 

Para mahasiswa RI di Rusia yang studi pasca sarjana kini menghadapi persoalan keuangan karena tak ada beasiswa dari pemerintah RI, meski perjanjian Jakarta dan Moskow sepakat bahwa RI membiayai biaya hidup di Rusia dan biaya tesis S2 dan S3. Beasiswa itu sekitar US$300/bulan dan amat murah dibandingkan para mahasiswa RI studi pascasarjana di Barat.

'Kami mohon LPDP dan kementerian pendidikan tinggi turun tangan memberikan beasiswa biaya hidup pada kami,'' kata seorang mahasiswa pasca sarjana dari Indonesia di Universitas Moskow, Rusia, kemarin. 

Beberapa tahun lalu, Inspektur pada Inspekorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Maralus Panggabean, menyampaikan keprihatinan sedikitnya jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia, padahal Rusia merupakan negara besar dan memiliki hak veto di PBB serta maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal itu disampaikan Maralus Panggabean dalam diskusi dengan mahasiswa Indonesia di Rusia yang berlangsung di KBRI Moskow beberapa waktu lalu, ujar Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, seperti dilansir ANTARA, Selasa (27/11).

Diskusi dengan tema "Mahasiswa dan Peranannya dalam Babak Baru Hubungan Indonesia Rusia" dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Moskow dan sekitarnya, serta beberapa pejabat KBRI Moskow.

Maralus mengatakan keprihatinan ini antara lain jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia yang masih sedikit. Rusia merupakan negara besar, memiliki hak veto di PBB dan maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kesenjangan ini sangat besar. Ini sebagai bahan evaluasi Kemdikbud agar gagasan Duta Besar RI Moskow untuk memajukan kerjasama pendidikan ditunjang oleh Kemdikbud", ujar Maralus.

Menurut Maralus, Rusia tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Rusia sudah berubah. Setelah melihat Rusia ini, perlu dipertimbangkan pemberian beasiswa seluas-luasnya kepada warga Indonesia. Anggaran mendukung dan sangat layak apabila mahasiswa Indonesia di Rusia perlu ditambah jumlahnya.

Berpose: mahasiswa Ri di Rusia

Pada 1960-an ribuan mahasiswa Indonesia studi di Rusia. Saat ini jumlahnya sebanyak 130 orang yang sebagian besar adalah penerima beasiswa Pemerintah Rusia. Jumlah tersebut belum mencerminkan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, jumlah mahasiswa dari negara tetangga Indonesia seperti Malaysia lebih dari 3000 orang dan Vietnam mencapai 6 ribu orang.
Studi di Rusia membutuhkan kesiapan mental, intelektual dan finansial. Salah satu permasalahan yang dihadapi mahasiswa Indonesia di Rusia adalah terbatasnya biaya hidup. Uang beasiswa yang diterima mahasiswa saat ini terbatas dan kurang dari 100 dolar Amerika Serikat setiap bulan sehingga tidak mencukupi untuk menutupi kehidupan sehari-hari.

Sementara itu tahun lalu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun pernah menyampaikan dengan perkembangan tatanan global yang ada dan terus berkembangnya hubungan Indonesia-Rusia, dibutuhkan putra-putri terbaik bangsa lulusan Rusia. "Mereka sebagai pionir yang akan menjembatani hubungan kedua bangsa di masa mendatang", ujar Dubes Djauhari.

Menurut Dubes Djauhari, sekitar tiga dasawarsa Rusia/Uni Soviet jauh dari "radar" masyarakat Indonesia sehingga tidak ada mahasiswa Indonesia yang datang untuk studi di Uni Soviet/Rusia pada periode 1965-1995. Kini waktunya mengembalikan kembali "kemesraan hubungan Indonesia-Rusia" melalui bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Dubes Djauhari dan Maralus Panggabean sepakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa Indonesia di Rusia. Salah satu perhatian terhadap mahasiswa adalah pemberian beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di Rusia dari Pemerintah Indonesia.(k)

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...