21 November 2018

Kanal Sastra, Buletin Sastra

"Imaji adalah metafora dalam bentuk lain. Ia hendak menjadi jembatan antara ide-ide di kepala penyair—yang masih abstrak bahkan kadang bagi penyairnya sendiri—dan katakata. Dengan semangat modernis, Imagisme seperti dengan lantang menyatakan bahwa puisi itu art sekaligus craft, seni sekaligus kerajinan. Seorang penyair mestinya adalah juga seorang cendekia. Ia memiliki jiwa seni dan kemampuan berbahasa mumpuni. (Janoary M Wibowo dalam esai "Napas dari Puisi".

Esai tersebut termuat dalam sebuah buletin sastra yang bertajuk Kanal Sastra. Pada bulan Oktober 2015, Kanal Sastra menerbitkan edisi kedua, setelah sebelumnya terbit edisi pertama, beberapa bulan lalu.

Buletin yang dibanderol seharga Rp 25.000 ini, diharapkan mampu kembali menggairahkan dunia sastra tulis di Indonesia.

Kanal Sastra edisi 2 ini berisikan puisi karya Kinanthi Anggraini, En Kurliadi, Bagus Setyoko Purwo, Heru Tock, Zulfidayani Harahap, St. Emyani,Sofyan Adrimen, Rezqi Muhammad Al Fajar Atmanegara, Budhi Setyawan Penyair Purworejo.

Geguritan karya Devika. Cerpen karya Novi Tri dan Aksan Taq Win Embe. Esai oleh Anggoro Suprapto (Gerakan Budaya Tai), Ahmad Khan (Jateng dan Sastrawan Plat Merah), Pungki Ariawan (Masyarakat Kramadangsa:Perspektif Suryomentaraman), Janoary M. Wibowo (Napas dari Puisi), dan Sosiawan Leak (Imunisasi Korupsi).

Redaksi Kanal Sastra masih membuka peluang bagi penulis yang ingin berkontribusi di media ini. (WS/Kfr)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...