24 September 2018

DPRD Minta Pemerintah Wajibkan Seluruh Sekolah Mengajarkan Kebudayaan Lokal

Konfrontasi - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta pemerintah daerah mewajibkan seluruh sekolah mengajarkan kebudayaan lokal kepada siswa.

"Kami berharap upaya pelestarian budaya dilakukan secara terprogram. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh sekolah mewajibkan ekstrakurikuler budaya lokal, seperti menari dan lainnya," kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus di Sampit, Rabu (18/3).

Upaya pelestarian budaya dengan mengajarkan kepada siswa sejak dini dinilai akan efektif. Mengingat, para siswa inilah generasi penerus yang jadi penentu apakah bisa mempertahankan kebudayaan lokal atau malah melupakannya.

Pemerintah daerah harus bergandengan tangan dengan masyarakat, khususnya pelaku seni dan budaya untuk melestarikan kebudayaan lokal di Kotim. Kebersamaan ini diharapkan mampu mengembalikan kebudayaan sebagai kebanggaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kebudayaan sangat menggambarkan identitas masyarakat Kotim. Untuk itu masyarakat harus berperan melestarikan kebudayaan daerah ini yang mulai terkikis oleh masuknya kebudayaan dari luar.

Kebijakan seperti mewajibkan pegawai negeri mengenakan pakaian adat pada hari-hari tertentu, dinilai sebagai langkah positif. Kebijakan tersebut harus diterapkan dengan harapan bisa menggugah kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

Promosi potensi wisata Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim membuat berbagai program yang tujuannya untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah.

Belum lama ini digelar Festival Budaya Habaring Hurung. Sebanyak 15 cabang olahraga tradisional dan seni diperlombakan dalam festival yang dilaksanakan pada 9-14 Maret lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Yahya mengatakan, beberapa cabang yang dilombakan di antaranya menyipet atau menyumpit, gasing, besei kambe atau lomba dayung di satu perahu yang sama namun berbeda arah.

Selain itu juga diperlombakan balogo, tari-tarian tradisional, hingga pemilihan Putra dan Putri Pariwisata Kotim. Mereka yang bertanding merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan, katanya.

Festival Habaring Hurung merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan olahraga, seni dan budaya daerah. Agenda tahunan ini sudah masuk dalam kalender pariwisata daerah sehingga diharapkan bisa menarik minat wisatawan. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...