25 February 2020

Dominasi Pemukiman Kumuh 'Jajah' Kota Metropolitan

Konfrontasi – Keinginan pemerintah untuk menciptakan lingkungan tinggal layak huni menjadi sebuah ironi. Pasalnya, mayoritas pemukiman kumuh dan rawan penyakit banyak ditemukan di kota-kota besar.

Kondisi tersebut diakui oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Dia mencontohkan pemukiman di Jakarta, Palembang dan Surabaya didominasi kawasan kumuh. Djoko menduga arus urabnisasi sudah tidak terbendung dan pemerintah kota kesulitan menyediakan lokasi hunian.

"Tidak tahu kenapa permukiman kumuh muncul dan menyebar di kota-kota besar. Padahal di kota kecil seperti Boyolali malah jarang ditemui. Salah satu faktornya mungkin dampak dari urbanisasi. Arus masyarakat yang datang ke kota lebih besar dan tidak seimbang dengan kecepatan pemerintah dengan menyiapkan infrastruktur yang layak dan fasilitas umum," jelas Djoko, Senin (6/10).

Situasi pemukiman kumuh di kota besar juga mencerminkan ketimpangan ekonomi. Sebab, banyak warga miskin berjubel di belakang gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan. Djoko berharap pemerintah dan kementerian terkait mampu bekerjasama untuk mengatasi pemukiman kumuh secara lebih luas. Program ini sudah dibuktikan Dinas PU di Jakarta,Palembang,Solo dan Surabaya.

"Hasilnya cukup baik, ternyata kuncinya mengikutsertakan masyarakat dan stakeholder.Dari contoh penanganan permukiman kumuh tersebut, pemerintah hanya mengeluarkan dana sebesar 60 persen dan sisa 40 persen adalah masyarakat," katanya. 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...