Catatan Perjalanan ke Rusia: Rostov, Suatu Pagi (bag 12)

KONFRONTASI- Rostov. Pagi hari ini suhu udara diluar berkisar 7’C. Waktu menunjukan pukul 6:20 Waktu Rostov. Saya beranjak dari tempat tidur untuk mengambil air wudhu dan sholat subuh. Ya, disini  sholat subuh pukul 6:20 pagi. Sudah saya menghadap Allah dan berdoa kepadanya untuk dilancarkan semua urusan ku, lalu saya pergi kedapur untuk membuat sarapan, kesian perut dari semalam tidak terisi apa-apa. Ada yang menarik hari ini, hari ini adalah hari pertamaku untuk Fakultas Persiapan, bisa dikatakan fakultas persiapan ini kelas untuk memperlancar bahasa Rusia. Di Rusiauntukmahasiswaasing di wajibkanuntukmengikutikelaspersiapaniniselamasatutahun. Karenasemuaperkuliahan di fakultasnantidalam Bahasa Rusia. Jadibisadikatakanuntuk S1 disiniselama 5 tahun, S2 selama 3 tahundan S3 selama 4 tahun

                Sayabelajar di ruang nomor 107, saya masuk kedalam kelas, didalam sudah ada beberapa mahasiswa yang dari matanya itu sudah bisa dipastikan mahasiswa dari ini dari negeri tirai bamboo Cina. Memang, tidak dimana-mana setiap pelosoksudut bumi ini ada mereka . Coba saja pergi kesuatu tempat kemanapun bahkan ke planet lain, pasti ada sajamereka. Tapi ya sudahlah, tak saya pedulikan karena tidak penting bagi ku. Lalu, saya duduk dikursi barusan ke 3 dari depan dan tidak ada lagi kursi dibelakang . Ya hanya ada 6 meja dan setia mejanya berisikan 2 kursi dan segitu lah isi manusia didalamnya di tambah satu petugas pengajar kami tak lain guru kami.

                Tak lama saya menunggu, datanglah seorang ibu-ibu yang kira-kira berumur 40an bahkan lebih, sekali lagi saya tidak peduli karena saya tidak kenal. Beliau dengan percaya diri langsung berbicarasaja, berbicara dalam bahasa yang tidak asing lagi ditelingaku, ya bahasa Rusia. Cepat sekali beliau berbicara, seperti air mengalir kehilir. Tak lama saya menyadarinya beliau ada dosen pengajar bahasa Rusia ku. Wanita tua itu bernama olga, karakter orang Rusia terpampang jelas di hadapanku, Tak diberi kesempatan kepada saya untuk membuka kamus, untuk mengartikan satu kata satu apa yang dia bicarakan, beliau terus saja merocos tak henti-hentinya, seperti senjata AK-47 yang sedang melontarkan peluru-peluru kearah lawan, dengan siaga saya memasang telinga untuk menangkap apa yang dia katakan, tetap sulit saya mengerti. Semakin saya keras untuk mencoba mengerti semakin panas kuping dan kepala ku. Ya, tersadar saya ucapan dosen ku dulu waktu di UNPAD, “di Rusia sangat enak belajarnya, jadi kalian pasti paham”. Ingin saya berteriak rasanya “itu Bohong”.

Hampir pecah palaku untuk mengikuti arah pembicaraan dosen Rusia ku ini dan saya lihat jam dinding yang ada didepan ku masih menunjukan pukul 11.00, artinya saya harus bertahan dengan kondisi seperti ini untuk 3 jam kedepan. Lainaku lain lagi teman-teman dari Negeri Tirai Bambu itu, mereka sangatmenikmati sepertinya, mereka memang pintar dan karena memang mereka sudah jauh lebih lama debandingkan dengan ku. Terfikir oleh saya untuk melarikan diri dari kelas itu, tapi saya urungkan niat itu. Saya tidak boleh lari apa lagi menyerah, ini baru hari pertama dan wajar saja seperti ini “Menyenangkan Hati sendiri’. Lagi pula saya sudah belajar di fakultas sastra rusia selama 4 tahun, jadi pastilah akan lebih mudah untuk mengerti, hanya butuh waktu untuk beradaptasi saja. (Nurbayu Nandes Manan, menulis dari  Rusia)

                                

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA